Prabowonomics: Konsep Ekonomi Prabowo Subianto untuk Kemandirian dan Pertumbuhan 8 Persen
Presiden RI Prabowo Subianto terus menggaungkan konsep ekonomi yang disebut Prabowonomics. Istilah ini kerap disuarakan dalam forum internasional, termasuk World Economic Forum (WEF) di Davos pada Januari lalu.
Prabowonomics pertama kali muncul pada masa kampanye Pemilihan Presiden 2024.
>>> Sopir Alphard Terobos Bundaran HI Pamer KTA saat Mediasi dengan Satpam
Saat itu, pengamat ekonomi dan media mulai menggunakan istilah tersebut untuk membedakan gaya kepemimpinan Prabowo dengan Presiden Joko Widodo yang dikenal dengan Jokowinomics.
Kini, memasuki 2026, Prabowonomics tidak lagi sekadar janji kampanye. Konsep ini telah menjadi kerangka kerja operasional yang berfokus pada kemandirian (swasembada) dan pertumbuhan ekonomi inklusif.
Lima Pilar Utama Prabowonomics
Prabowonomics memiliki target ambisius pertumbuhan ekonomi 8 persen per tahun.
Target ini diharapkan mampu membawa Indonesia keluar dari middle-income trap dengan mendorong investasi besar-besaran, deregulasi birokrasi, serta memperkuat peran BUMN dan swasta.
Program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Program ini dipandang sebagai investasi jangka panjang yang juga menciptakan multiplier effect melalui pemberdayaan UMKM dan lapangan kerja baru di sektor distribusi.
>>> Daftar Fitur Baru WhatsApp Juli 2026: Registrasi iPad hingga Bagikan Lagu ke Status
Hilirisasi dan industrialisasi diperluas tidak hanya pada nikel, tetapi juga tembaga, bauksit, timah, serta sektor pertanian dan kelautan.
Tujuannya agar Indonesia tidak lagi mengekspor bahan mentah, melainkan barang jadi bernilai tambah tinggi.
Swasembada pangan, energi, dan air menjadi pilar penting. Prabowo menilai kedaulatan bangsa diukur dari kemandirian pangan.
Pemerintah mendorong food estate modern, peningkatan penggunaan biodiesel (B50 ke atas), serta energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan impor minyak.
Pilar terakhir adalah pengentasan kemiskinan langsung. Skema bantuan sosial dipertahankan dengan target lebih presisi menggunakan data tunggal.
>>> Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Ancaman Besar di Piala AFF 2026
Kombinasi bantuan tunai, perbaikan rumah layak huni, dan akses kesehatan diharapkan dapat menghapus kemiskinan ekstrem.
Update Terbaru
Mengenal Eyemaxxing, Teknik Makeup agar Mata Terlihat Lebih Indah
Jumat / 24-07-2026, 10:09 WIB
Ramalan Zodiak 24 Juli: Gemini Hati-hati Melangkah, Taurus Cobalah Mengalah
Jumat / 24-07-2026, 10:09 WIB
Mengenal Teknologi Valet Parking Jaecoo, Bisa Cari Parkir Sendiri!
Jumat / 24-07-2026, 10:09 WIB
Meta Uji Coba StoryKit, Aplikasi AI untuk Membuat Dongeng Anak
Jumat / 24-07-2026, 10:09 WIB
Johnny Depp Sindir Trump Saat Tampil di Comic-Con
Jumat / 24-07-2026, 10:02 WIB
Juri Terpilih untuk Sidang Lindsay Clancy di Plymouth
Jumat / 24-07-2026, 10:02 WIB
Satelit NISAR Tangkap Gambar Menakjubkan Nunatak Antartika Mirip Burung Kolibri
Jumat / 24-07-2026, 10:02 WIB
Michael J. Fox Bicara Dampak Parkinson pada Keluarga di Social Impact Summit
Jumat / 24-07-2026, 10:01 WIB
Taylor Swift dan Travis Kelce Ucapkan Janji Pernikahan Penuh Haru di Madison Square Garden
Jumat / 24-07-2026, 10:01 WIB
Uang Beredar Tumbuh 8,7% pada Juni 2026, Kredit Perbankan Melesat 12,1%
Jumat / 24-07-2026, 10:01 WIB
ITSEC Asia dan PT INTI Jalin Kerja Sama Keamanan Siber dan AI
Jumat / 24-07-2026, 10:01 WIB
Cara Mengatasi Notifikasi Prefill Lama Saat Sinkronisasi Dapodik 2027
Jumat / 24-07-2026, 10:01 WIB
Danantara Puji Transformasi Jasamarga: Luar Biasa
Jumat / 24-07-2026, 09:43 WIB
Zulhas: Penyaluran Bansos di Koperasi Merah Putih Mulai September 2026
Jumat / 24-07-2026, 09:43 WIB







