Satelit NISAR milik NASA berhasil menangkap gambar menakjubkan dari Nunatak Zaterjavshijsja di Antartika pada 20 Juli 2026. Bentuknya yang unik menyerupai burung kolibri.

Gambar tersebut menyoroti interaksi kompleks antara es dan bentang alam di bawahnya. Radar satelit mampu menembus salju dan es untuk mengungkap pergerakan gletser.

>>> Michael J. Fox Bicara Dampak Parkinson pada Keluarga di Social Impact Summit

Seongsu Jeong, insinyur analisis sinyal di Jet Propulsion Laboratory NASA, mengatakan gambar itu indah dengan detail yang kaya.

"Radar dapat melihat melalui salju dan jauh ke dalam es, sehingga NISAR dapat mengamati sifat es Antartika yang berbeda dari citra optik," ujarnya.

Wawasan ini penting untuk memahami dinamika gletser dan dampak perubahan iklim di wilayah tersebut.

Gambar dibuat menggunakan data radar L-band NISAR yang menunjukkan celah dalam dan permukaan es halus dalam berbagai warna.

Area es yang lebih halus tampak berwarna magenta, sementara retakan yang lebih dalam muncul sebagai garis hijau.

>>> Taylor Swift dan Travis Kelce Ucapkan Janji Pernikahan Penuh Haru di Madison Square Garden

NASA menjelaskan bahwa sinyal yang kembali dengan polarisasi horizontal kemungkinan memantul dari permukaan yang lebih teratur, seperti es halus.

Area putih menunjukkan permukaan dengan karakteristik campuran.

Data NISAR menyediakan alat penting bagi peneliti untuk memantau perubahan es dan daratan dari waktu ke waktu.

Satelit ini diluncurkan pada 2025 sebagai kerja sama antara NASA dan ISRO, dan merupakan satelit pertama yang menggunakan radar pita ganda untuk pencitraan detail.

>>> Uang Beredar Tumbuh 8,7% pada Juni 2026, Kredit Perbankan Melesat 12,1%

Sejak 20 Juli, data radar NISAR dapat diakses publik, memungkinkan ilmuwan di seluruh dunia menggunakannya untuk berbagai penelitian, termasuk pemantauan bahaya alam.