Polisi tengah mendalami kartu tanda anggota (KTA) yang sempat ditunjukkan sopir Toyota Alphard saat mediasi dengan satpam MRT, Victor Harefa, di pos polisi Thamrin.

Mediasi dilakukan setelah mobil Alphard hitam itu menerobos lampu merah di depan Hotel Pullman, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/7/2026).

>>> Khutbah Jumat 30 Juli 2026: Seni Menjaga Istiqamah dan Relevansi Kesalehan Sosial di Era Digital

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan sopir belum bisa memberikan penjelasan jelas terkait KTA tersebut.

"Ya itu masih kita dalami karena yang bersangkutan juga tidak bisa secara spesifik, belum bisa secara spesifik menjelaskan KTA apa dari mana, masih belum bisa menjelaskan," ujarnya kepada wartawan, dikutip Jumat (24/7).

Braiel menambahkan, pihaknya juga akan meminta keterangan dari petugas pospol yang hadir saat mediasi untuk memastikan apakah ada dugaan intimidasi terhadap Victor.

Meski begitu, ia menegaskan sejauh ini tidak ditemukan adanya kekerasan dalam proses mediasi.

"Iya dimintai klarifikasi, sekalian kita minta klarifikasinya seperti apa.

>>> Cara Cek Bansos BPNT 2026 Lewat HP dengan Mudah dan Cepat

Karena kan sudah ada proses mediasi, kemudian ada salah satu pihak yang merasa kurang pas, atau kurang berkenan," tutur dia.

"Nah ini kita mau klarifikasi, kita undang, seperti apa sih duduk perkaranya, persoalannya. Dan pasti akan kita selesaikan sampai tuntas," sambungnya.

Kronologi Insiden

Insiden bermula ketika sejumlah pejalan kaki menyeberang di pelican crossing saat lampu merah menyala.

Mobil Alphard hitam tetap melaju dan hampir menabrak satpam yang sedang membantu penyeberangan.

Satpam kemudian menegur dengan mengetuk kaca mobil, namun sopir tidak terima sehingga terjadi adu mulut.

>>> Dokter Tifa Punya Bukti Kuat Ijazah Jokowi, Sidang Terhenti

Kedua pihak akhirnya dibawa ke pos polisi dan sepakat berdamai.