Polisi mempersilakan satpam proyek MRT, Victor Harefa, untuk membuat laporan terkait cekcok dengan sopir mobil Toyota Alphard yang menerobos lampu lalu lintas di depan Hotel Pullman, Jakarta Pusat.

Setelah cekcok, keduanya dimediasi di pospol Thamrin. Dalam mediasi itu, Victor diduga mendapat intimidasi dan tindakan kekerasan.

>>> Harga Emas Antam Turun Rp35 Ribu ke Rp2,605 Juta per Gram

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan kedua belah pihak telah sepakat saling memaafkan. Namun, kepolisian mempersilakan membuat laporan jika ada pihak yang kurang berkenan.

"Saya sampaikan bahwa apabila yang bersangkutan merasa tidak terima atau kurang pas dengan pihak pengemudi mobil, kami persilakan untuk membuat laporan," kata Braiel kepada wartawan, Jumat (24/7).

Braiel menyatakan pihaknya bakal menindaklanjuti laporan tersebut sesuai ketentuan dan aturan hukum yang berlaku.

Kendati demikian, Braiel mengklaim sejauh ini tidak menemukan adanya tindakan kekerasan maupun intimidasi dalam proses mediasi di pospol Thamrin.

"Jadi kalau ini kami masih mengklarifikasi yang bersangkutan bagaimana prosesnya pada saat itu seperti apa riilnya.

Tapi yang jelas untuk proses pada saat itu tidak ada dilakukan atau kekerasan yang dialami oleh yang bersangkutan.

Tidak ada pemukulan atau tindakan kekerasan, tidak ada," tutur dia.

Sebelumnya, video yang merekam mobil Toyota Alphard menerobos lampu lalu lintas di pelican crossing depan Hotel Pullman hingga berujung cekcok dengan satpam beredar di media sosial.

Peristiwa bermula saat sejumlah pejalan kaki menyeberang di pelican crossing setelah lampu lalu lintas menunjukkan warna merah untuk kendaraan.

>>> Semangat Anak Nasabah PNM Mekaar Sambut Hari Anak Nasional 2026

Namun, mobil Alphard tetap melaju dan menerobos lampu merah.