Indonesia Kecam Serangan Houthi terhadap Kapal Komersial di Laut Merah
Indonesia mengecam serangan kelompok milisi Houthi Yaman terhadap kapal-kapal komersial di Laut Merah.
Kementerian Luar Negeri RI dalam pernyataan di X pada Jumat (24/7) menyebut serangan itu bertentangan dengan hukum internasional, termasuk prinsip kebebasan bernavigasi.
>>> Kejagung Beberkan Alasan Terbitkan Sprindik Baru TPPU Emas 74 Kg dan Rp543 Miliar
Serangan tersebut juga membahayakan keselamatan pelayaran, perdagangan internasional, dan stabilitas kawasan.
"Pemerintah Republik Indonesia mengecam serangan terhadap kapal-kapal komersial yang tengah berlayar di perairan internasional di Laut Merah.
Tindakan tersebut bertentangan dengan hukum internasional, termasuk prinsip kebebasan bernavigasi, serta membahayakan keselamatan pelayaran, perdagangan internasional, dan stabilitas kawasan," demikian pernyataan Kemlu RI.
"Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak untuk menahan diri, menghindari tindakan yang dapat meningkatkan eskalasi, serta menghormati hukum internasional, termasuk Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS)," bunyi pernyataan Kemlu RI.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, pada Rabu (22/7) mengatakan pihaknya telah menyerang dua kapal tanker minyak milik Arab Saudi di Laut Merah.
Serangan itu diluncurkan karena kedua kapal melanggar blokade yang dijalankan Houthi.
>>> Ruben Onsu Tanggapi Keluhan Sarwendah Soal WA Centang Satu
"Kami menargetkan dua kapal tanker minyak Saudi bernama Encelia dan Layla karena pelanggaran mereka terhadap keputusan blokade yang dikeluarkan angkatan bersenjata," kata Saree.
Houthi memberlakukan blokade sebagai balasan atas blokade Saudi terhadap pelabuhan dan bandara di wilayah yang mereka kuasai di barat laut Yaman.
Blokade ini juga membalas serangan udara di bandara Sanaa pekan lalu, yang dituduh Houthi didalangi oleh Saudi.
Hubungan Houthi dan Saudi kembali panas setelah pemerintah Yaman yang didukung Saudi mengebom bandara Sanaa pada 13 Juli lalu.
Houthi marah atas serangan itu karena pesawat Iran yang membawa para pejabat Houthi jadi tidak bisa mendarat.
Para pejabat sebelumnya pergi untuk menghadiri pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Mengenai konflik di Yaman, Indonesia kembali menegaskan dukungan terhadap penyelesaian konflik melalui proses politik inklusif, yang dipimpin dan dimiliki oleh pemerintah Yaman di bawah naungan PBB, sambil menghormati kedaulatan, persatuan, dan integritas wilayah Yaman.
Update Terbaru
Google Perluas Akses AI Agent Selalu Aktif, Tapi Tidak Murah
Jumat / 24-07-2026, 14:09 WIB
Cara Efektif Kemensos Jalankan 3 Instruksi Presiden Tahun 2026 demi Perbaikan Bansos
Jumat / 24-07-2026, 14:01 WIB
Lirik Jennie Less than a Lover Resmi Rilis Hari Ini! Simak Makna Mendalam dan Full Lirik di Sini
Jumat / 24-07-2026, 13:57 WIB
Zulhas: Pengelolaan Kopdes Diserahkan ke Desa Setelah Dua Tahun
Jumat / 24-07-2026, 13:50 WIB
Said Abdullah: RedTalks Wadah Dengar Aspirasi Anak Muda
Jumat / 24-07-2026, 13:49 WIB
China Open 2026: Jonatan Christie Tersingkir di Perempat Final
Jumat / 24-07-2026, 13:49 WIB
Kota di Swiss Wajibkan Pemilik Anjing Bersihkan Air Kencing Hewan
Jumat / 24-07-2026, 13:49 WIB
Baru Dilantik, Bos BGN Sidak Perdana ke Dapur MBG Jam 2 Pagi
Jumat / 24-07-2026, 13:49 WIB
Siapa Sukma Ningrum? Seleb TikTok yang Viral di Threads Diduga Membandingkan Bandung dengan Pasuruan
Jumat / 24-07-2026, 13:49 WIB
10 Ciri-ciri Orang yang Sulit Menerima Kritik, Jangan Sampai Begini
Jumat / 24-07-2026, 13:49 WIB
Federasi Korea Hukum Shin Tae Yong 10 Tahun
Jumat / 24-07-2026, 13:49 WIB







