Polisi tengah menyelidiki kartu tanda anggota (KTA) yang sempat ditunjukkan oleh sopir mobil Toyota Alphard saat proses mediasi dengan satpam bernama Victor Harefa di pospol Thamrin.

Mediasi itu dilakukan setelah sopir Alphard dan Victor terlibat cekcok buntut kendaraan tersebut menerobos lampu lalu lintas di depan Hotel Pullman, Jakarta Pusat.

>>> Daftar Fitur Baru WhatsApp Juli 2026: Registrasi iPad hingga Bagikan Lagu ke Status

"Ya itu masih kita dalami karena yang bersangkutan juga tidak bisa secara spesifik, belum bisa secara spesifik menjelaskan KTA apa dari mana, masih belum bisa menjelaskan," kata Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu kepada wartawan, Jumat (24/7).

Braiel menyampaikan pihaknya juga akan meminta klarifikasi dari personel yang bertugas di pospol saat proses mediasi tersebut.

Klarifikasi ini untuk mendalami apakah ada dugaan intimidasi dan kekerasan yang dialami Victor yang merupakan satpam di proyek MRT.

Namun, sejauh ini Braiel mengklaim tidak ada intimidasi maupun tindak kekerasan dalam mediasi itu.

"Iya dimintai klarifikasi, sekalian kita minta klarifikasinya seperti apa.

Karena kan sudah ada proses mediasi, kemudian ada salah satu pihak yang merasa kurang pas, atau kurang berkenan," tutur dia.

"Nah ini kita mau klarifikasi, kita undang, seperti apa sih duduk perkaranya, persoalannya. Dan pasti akan kita selesaikan sampai tuntas," sambungnya.

Kronologi Kejadian

Sebelumnya, video yang merekam sebuah mobil Toyota Alphard menerobos lampu lalu lintas di pelican crossing di depan Hotel Pullman, Jakarta Pusat hingga berujung cekcok dengan satpam beredar di media sosial.

Peristiwa bermula saat sejumlah pejalan kaki tengah menyeberang di pelican crossing setelah lampu lalu lintas menunjukkan warna merah untuk kendaraan.