Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menyuarakan harapan agar Arab Saudi bergabung dalam Abraham Accords.

Ia menyebut keikutsertaan Saudi dalam perjanjian yang digagas Presiden AS Donald Trump itu sebagai "lompatan bersejarah bagi perdamaian di Timur Tengah."

>>> Arti Kedipan Mata Kucing: Tanda Sayang atau Masalah Kesehatan?

Pernyataan Netanyahu muncul setelah AS dan Saudi menandatangani kesepakatan bersejarah pada Kamis (23/7) untuk bekerja sama membangun program nuklir sipil.

Melalui Truth Social, Trump menegaskan kesepakatan itu hanya untuk penggunaan non-militer, seperti yang dimiliki Iran dan Uni Emirat Arab.

Trump juga menekankan tidak akan ada pengayaan uranium dalam kerangka kerja sama tersebut.

Namun, Trump menyatakan prospek ini "sepenuhnya bergantung pada keikutsertaan Arab Saudi dalam Abraham Accords."

>>> De La Fuente Kecam Keributan Usai Final Piala Dunia 2026

Hingga kini, Saudi belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Trump.

Sejak awal, Saudi menegaskan tidak akan mengakui Israel atau menjalin hubungan diplomatik sebelum Palestina merdeka.

Abraham Accords adalah perjanjian normalisasi antara Israel dan negara-negara Arab-Muslim yang diinisiasi Trump pada masa jabatan pertamanya.

Bahrain, UEA, Maroko, dan Sudan telah menandatangani perjanjian tersebut.

>>> Prabowo Klaim Hentikan Kebocoran Anggaran, Hemat Rp300 Triliun

Sebelumnya, Israel dan Saudi hampir mencapai normalisasi hubungan, tetapi batal setelah Israel melancarkan agresi ke Jalur Gaza.