Mantan juara tinju dunia Adrien Broner kini berhadapan dengan gugatan perdata di Los Angeles.

Gugatan tersebut diajukan oleh seorang wanita bernama Havana Saint yang menuduh Broner melakukan pelecehan seksual, penyerangan, dan pencemaran nama baik.

>>> Sidang Lindsay Clancy: Pengacara Berselisih soal Bukti Sensitif

Menurut dokumen pengadilan yang dilaporkan TMZ, insiden pertama terjadi pada 2 Juni 2026. Saint mengaku diundang Broner ke pesta setelah acara, lalu didorong minum alkohol hingga mabuk.

Saat Saint menolak ajakan Broner dengan alasan tidak tertarik pada pria, Broner diduga memperlihatkan alat kelaminnya dan mencoba memaksakan kontak fisik.

Keesokan harinya, Broner disebut marah atas penolakan Saint dan mencoba menyeretnya naik ke lantai atas.

Pada 8 Juni, Broner diduga menekan Saint untuk kembali ke rumahnya di Encino dan menuangkan air es ke tubuhnya saat siaran langsung, menyebabkan tekanan emosional.

>>> Tujuh Alumni Softball UCLA Tembus Postseason AUSL 2027

Meskipun Saint menyatakan tidak terjadi hubungan seksual, Broner diduga membuat pernyataan di siaran langsung yang menyiratkan sebaliknya.

Streamer Nurideen Shabazz, dikenal sebagai DeenTheGreat, juga disebut dalam gugatan atas pernyataan pencemaran, bersama platform streaming Kick karena kelalaian.

Gugatan ini menuntut ganti rugi atas tuduhan pelecehan seksual, penyerangan, pencemaran nama baik, dan penderitaan emosional.

>>> Jadwal Program Televisi Sabtu, 25 Juli 2026 di ANTV, GTV, Indosiar, MDTV, Metro TV, MNCTV, RCTI, SCTV, Trans 7, Trans TV dan TVONE Ada Film Bioskop The Vault dan Hotel Mumbai serta Link Nonton

Hingga saat ini, Broner belum memberikan tanggapan resmi, dan tuduhan tersebut masih belum terbukti di pengadilan.