Sebanyak 30 perusahaan asal Tiongkok datang ke Indonesia untuk menjajaki peluang investasi dan kerja sama bisnis di sejumlah sektor strategis.

Kunjungan tersebut menghasilkan potensi kesepakatan senilai sekitar US$2 miliar atau setara Rp35,77 triliun (kurs Rp17.885 per dolar AS).

>>> Sandiaga Uno Investasi di MUTU, Bidik Peluang Ekonomi Hijau

Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di berbagai bidang, mulai dari teknologi masa depan, energi terbarukan, hingga layanan kesehatan.

Kehadiran mereka menjadi bagian dari rangkaian forum bisnis yang mempertemukan pelaku usaha Tiongkok dengan pemerintah serta dunia usaha Indonesia.

Forum Bisnis Hasilkan Kesepakatan Awal

Duta Besar RI untuk RRT Djauhari Oratmangun mengatakan forum tersebut telah melahirkan sejumlah kesepakatan awal yang akan ditindaklanjuti kedua belah pihak.

"Kami juga telah melaksanakan forum bisnis yang menghasilkan beberapa kerja sama dan kesepakatan kurang lebih nilainya sekitar US$2 miliar," ujar Djauhari.

Pertemuan bisnis itu berlangsung bersamaan dengan agenda delegasi RRT dan Kedutaan Besar RI untuk RRT bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Pemerintah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempererat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok.

Deputi Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi mengatakan penguatan investasi dan perdagangan menjadi fokus utama dalam pembahasan.

>>> Ombudsman: Pelayanan Publik Komdigi Bebas Maladministrasi Dua Tahun Beruntun

"Utamanya adalah bagaimana meningkatkan kerja sama antara Indonesia dengan RRT yang bertujuan untuk mempercepat peningkatan investasi maupun meningkatkan perdagangan antara Indonesia dengan RRT," kata Edi.

Dari sisi dunia usaha, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menilai kolaborasi antara investor Tiongkok dan pelaku usaha lokal perlu terus diperkuat.

Ketua Umum APINDO Shinta Kamdani mengatakan kemitraan tersebut penting agar investasi yang masuk dapat berkembang sekaligus memberi manfaat lebih besar bagi perekonomian nasional.

Menurutnya, pelaku usaha Indonesia siap menjadi mitra perusahaan-perusahaan asal Tiongkok, sembari bersama-sama memetakan tantangan maupun peluang yang muncul dalam pelaksanaan investasi.

Selain membahas investasi, kedua pihak juga menyoroti pentingnya pengembangan sumber daya manusia.

Shinta menilai kebutuhan tenaga kerja dengan keahlian tinggi akan semakin besar seiring berkembangnya industri berbasis teknologi, termasuk semikonduktor.

>>> 6 Rekomendasi Gaming Earbuds Terbaik Juli 2026

Ia menyebut kerja sama dengan institusi pendidikan menjadi salah satu langkah yang dapat ditempuh agar Indonesia memiliki SDM yang siap mendukung industri-industri masa depan.