Pemerintah terus memperkuat strategi menekan angka pengangguran melalui Program Magang Nasional (PMN) atau Magang Hub. Program ini digagas Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Ketenagakerjaan.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan PMN menjadi salah satu instrumen untuk menekan angka pengangguran. Data BPS per Februari 2026 mencatat pengangguran mencapai sekitar 7,24 juta orang.

>>> BRI x REI Expo Semarang 2026 Tawarkan Promo KPR Bunga Mulai 1,75 Persen

"Memang belum cukup mengatasi jumlah angka pengangguran yang hampir 7,24 juta orang. Tapi ini kita harapkan minimal bisa meminimalisir angka tersebut," ujar Afriansyah dalam Dialog FMB9.

Kuota peserta terus diperluas sebagai bentuk keseriusan pemerintah. Pada angkatan pertama disediakan 100.000 peserta, dan pada angkatan kedua 2026 menjadi 150.000 peserta.

Perluasan kuota juga diikuti pemerataan akses. Program ini tidak hanya difokuskan di Pulau Jawa, melainkan dari seluruh Indonesia.

Manfaat dan Capaian Program

Presiden Prabowo berharap lulusan baru memiliki pengalaman, kompetensi, dan memori bekerja melalui program ini. Ketika masuk dunia kerja, mereka sudah siap karena pernah merasakan budaya kerja di perusahaan.

Peserta mendapatkan uang saku setara UMP atau UMK, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, serta sertifikasi kompetensi dari BNSP. Dengan demikian, lulusan memiliki bekal kompetensi yang diakui secara nasional.

Evaluasi angkatan pertama menunjukkan hasil menggembirakan. Penyerapan tenaga kerja oleh perusahaan mencapai angka 30 persen.

Afriansyah mengakui jumlah peserta saat ini belum mampu mengatasi seluruh persoalan pengangguran. Namun, program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah yang lebih luas.

Paradigma magang kini telah berubah. Peserta tidak lagi hanya mengerjakan pekerjaan administratif sederhana, melainkan dilibatkan dalam proses kerja sesuai bidang kompetensi.