Viral Event Lari di Canggu Bali Diduga Diskriminasi WNI, Satpol PP Badung Tegaskan: Belum Ada Izin dan Kami Tidak Pernah Dihubungi!
Ukuran Teks
Jagat media sosial kembali dibuat gaduh oleh sebuah polemik yang menyentuh rasa keadilan dan nasionalisme warga negara. Kali ini, sorotan tajam mengarah pada sebuah kegiatan komunitas lari (running event) yang digelar di kawasan elit Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Event yang diduga diselenggarakan oleh sekelompok warga negara asing (WNA) ini viral setelah beredar bukti kuat yang menunjukkan adanya praktik diskriminasi berbasis kewarganegaraan, di mana warga negara Indonesia (WNI) secara terang-terangan dilarang untuk berpartisipasi.
Kasus ini tidak hanya memicu gelombang protes dari netizen, tetapi juga menarik perhatian serius dari pihak berwenang. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara, telah memberikan keterangan tegas terkait status perizinan acara tersebut, yang hingga saat ini dinyatakan belum memiliki izin resmi dari pemerintah daerah setempat.
Awal Mula Viral: Bukti Tangkapan Layar yang Memantik Amarah Publik
Polemik ini bermula dari beredarnya sejumlah tangkapan layar (screenshot) percakapan di media sosial, khususnya melalui platform Instagram, yang menunjukkan proses seleksi peserta yang tidak adil. Dalam bukti yang viral tersebut, terlihat jelas bagaimana seorang calon peserta yang mengaku sebagai warga negara Indonesia (WNI) mendapatkan penolakan mentah-mentah dan tidak diberikan akses untuk bergabung dengan komunitas lari tersebut.
Ironisnya, dalam tangkapan layar lain yang beredar hampir secara bersamaan, terlihat bahwa pengajuan keikutsertaan dari seorang warga negara asing, yang mengaku berasal dari Jerman, justru diterima dengan tangan terbuka. Kontras perlakuan inilah yang menjadi bahan bakar utama kemarahan netizen. Banyak yang menilai bahwa tindakan penyelenggara tidak hanya tidak etis, tetapi juga melanggar semangat inklusivitas yang seharusnya dijunjung tinggi dalam setiap kegiatan komunitas, apalagi di tanah air sendiri.
Kolom komentar di berbagai unggahan yang membahas isu ini langsung dibanjiri oleh ribuan warganet yang menyuarakan kekecewaan. Mereka mempertanyakan legitimasi moral dan hukum dari penyelenggara yang dengan berani membatasi partisipasi berdasarkan paspor, bukannya berdasarkan minat atau kemampuan olahraga.
Editor: Hasyim Wijaya
Update Terbaru
Panitia Event Lari di Bali Bantah Diskriminasi WNI
Jumat / 24-07-2026, 16:50 WIB
Persib Sumbang Pemain Terbanyak ke Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Jumat / 24-07-2026, 16:50 WIB
IHSG Ditutup Melemah ke 6.196, 587 Saham Terkoreksi
Jumat / 24-07-2026, 16:50 WIB
Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet Rollover Usai Putusan MK
Jumat / 24-07-2026, 16:49 WIB
Bank Mandiri Catat Kredit Tumbuh 19,9 Persen di Kuartal II 2026
Jumat / 24-07-2026, 16:49 WIB
Biaya Produksi Naik, Ban GT Pikir-pikir Dongkrak Harga
Jumat / 24-07-2026, 16:49 WIB
Pos Indonesia Pastikan Operasional Normal di Tengah Audit
Jumat / 24-07-2026, 16:49 WIB
Mendag Dorong Kolaborasi Perkuat Sektor Kakao Indonesia di IICC ke-9
Jumat / 24-07-2026, 16:49 WIB
Wapres Gibran Dukung Penyelenggaraan Global Scholarship Summit 2026
Jumat / 24-07-2026, 16:46 WIB
Ascendance of a Bookworm Cour 2 Rilis Video Musik Penuh "Wanna me"
Jumat / 24-07-2026, 16:46 WIB
Re:Zero Rilis Visual Baru Menjelang Pameran 10 Tahun di Tokyo
Jumat / 24-07-2026, 16:46 WIB
Mata Terlihat Sayu dan Ngantuk? Awas Bisa Jadi Terkena Ptosis
Jumat / 24-07-2026, 16:37 WIB
Nyeri Dada Tengah Malam? Jangan Tunda Periksa, Ini Risikonya
Jumat / 24-07-2026, 16:37 WIB
Kubu Ruben Bantah Klaim Sarwendah soal Isi Rumah Mewah, Beberkan Bukti Transfer
Jumat / 24-07-2026, 16:37 WIB







