Pernahkah Anda melihat seseorang dengan kelopak mata atas yang turun, sehingga wajahnya tampak selalu lelah atau mengantuk? Kondisi medis ini dikenal dengan nama ptosis.

Meski sering dianggap masalah estetika, ptosis sebenarnya bisa menjadi indikasi gangguan kesehatan yang lebih serius dan berpotensi mengganggu fungsi penglihatan.

>>> Nyeri Dada Tengah Malam? Jangan Tunda Periksa, Ini Risikonya

Spesialis Mata dari Asian Healthcare Specialist (AHS) Singapura, Dr. Roy Tan, mengatakan ptosis tidak boleh diremehkan karena dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya, baik dari sisi fungsional maupun psikologis.

"Ptosis bukan sekadar persoalan estetika.

Kelopak mata yang turun dapat mengganggu pandangan, menyulitkan aktivitas sehari-hari seperti membaca atau mengemudi, bahkan pada kasus tertentu dapat memengaruhi perkembangan penglihatan," ujar Dr. Roy Tan saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).

Selain dampak fungsional, kondisi ini juga bisa menurunkan rasa percaya diri dan memengaruhi kualitas hidup secara psikologis.

Ptosis sebaiknya tidak dianggap sepele dan perlu dievaluasi oleh dokter mata untuk menentukan penyebab serta penanganan yang tepat.

Mengenal Ptosis

Ptosis adalah kondisi di mana kelopak mata bagian atas merosot atau turun di bawah posisi normalnya. Kondisi ini dapat terjadi pada satu mata (unilateral) atau kedua mata (bilateral).

Ptosis bisa dialami sejak lahir (ptosis kongenital) akibat perkembangan otot kelopak mata yang tidak sempurna, atau berkembang seiring bertambahnya usia (ptosis akuisisi) karena melemahnya otot levator yang berfungsi mengangkat kelopak mata.

Gejala-Gejala Ptosis yang Perlu Diwaspadai

Gejala utama ptosis sangat terlihat secara visual, namun ada beberapa dampak ikutan yang sering tidak disadari. Berikut adalah beberapa gejala umumnya:

>>> 2 Pilihan Warna Wardah Foundation Terbaik untuk Kulit Sawo Matang, Wajah Glowing Sempurna