Cara Cek Desil DTSEN dengan NIK untuk Tahu Status Penerima Bansos
Penerima bantuan sosial (bansos) ditentukan berdasarkan sejumlah kriteria, salah satunya posisi desil kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Kementerian Sosial (Kemensos) menyediakan layanan pengecekan desil secara mandiri sehingga masyarakat dapat mengetahui status kesejahteraan keluarganya.
>>> Jaksa Agung Tegaskan Kasus Febrie Adriansyah Ditangani Tim 9
Informasi ini menjadi acuan penyaluran program bansos seperti PKH, BPNT, dan bantuan iuran kesehatan.
Apa Itu Desil DTSEN?
Desil adalah kelompok peringkat kesejahteraan keluarga yang tercatat dalam DTSEN, digunakan pemerintah sebagai dasar penentuan sasaran penerima bansos.
Terdapat 10 kelompok desil, masing-masing mewakili 10 persen keluarga di Indonesia. Desil 1 adalah kelompok paling rendah kesejahteraannya, sedangkan desil 10 paling tinggi.
Data desil bersifat dinamis dan diperbarui secara berkala oleh BPS berdasarkan survei, pemutakhiran pemerintah daerah, ground check Kemensos, dan usulan masyarakat.
Cara Cek Desil DTSEN dengan NIK
Pengecekan dapat dilakukan melalui website cekbansos. kemensos.
go. id atau aplikasi Cek Bansos.
Berikut langkah-langkahnya.
Melalui website: buka situs cekbansos. kemensos.
>>> Stop Bilang 'Tak Punya Uang' ke Anak, Psikolog Sarankan 3 Kalimat Ini
go. id, masukkan NIK 16 digit dan kode captcha, lalu klik Cari Data.
Hasil akan menampilkan nama penerima, kelompok desil, dan status bansos.
Melalui aplikasi: unduh aplikasi Cek Bansos, buat akun baru dengan mengisi NIK, nomor KK, nama, alamat, email, dan nomor HP.
Unggah foto KTP dan swafoto, lalu kirim pendaftaran. Setelah akun aktif, login dan buka menu Profil Keluarga untuk melihat desil DTSEN.
Verifikasi akun biasanya memakan waktu satu hingga dua hari kerja.
Kendala Umum dan Cara Mengatasinya
Beberapa kendala yang sering muncul saat pengecekan desil antara lain NIK tidak ditemukan, server sibuk, captcha sulit dibaca, gagal menerima OTP, dan data desil tidak sesuai.
Jika NIK tidak ditemukan, kemungkinan data belum masuk DTSEN. Hubungi perangkat desa atau Dinas Sosial untuk pengusulan data.
Saat server sibuk, coba akses di luar jam sibuk seperti pagi atau malam hari. Untuk captcha yang sulit, refresh hingga muncul kode yang lebih jelas.
>>> Respons Indonesia usai Produk RI Digetok Tarif Baru AS
Jika gagal menerima OTP, pastikan nomor telepon aktif. Apabila data desil tidak sesuai, ajukan pembaruan melalui pemerintah desa/kelurahan dengan dokumen pendukung.
Update Terbaru
Smelter Tembaga AMMAN Resmi Rampung, Operasi Jangka Panjang Dimulai
Jumat / 24-07-2026, 19:22 WIB
Ubah Layar Utama Android Jadi Pusat Komando Google Keep
Jumat / 24-07-2026, 19:22 WIB
Beralih dari iPhone ke Android di 2026 Tidak Ada Gunanya, Ini Buktinya
Jumat / 24-07-2026, 19:22 WIB
Indonesia Kecam Serangan terhadap Kapal Dagang di Laut Merah
Jumat / 24-07-2026, 19:22 WIB
Perusahaan Indonesia dan China Luncurkan Usaha Patungan Biofarmasi
Jumat / 24-07-2026, 19:22 WIB
Fitur Resume Windows 11 Kini Dukung WhatsApp, Tapi Masih Lambat
Jumat / 24-07-2026, 19:21 WIB
Diddy Terlibat Perkelahian di Penjara, Dijatuhi Hukuman Isolasi
Jumat / 24-07-2026, 19:21 WIB
5 Inovasi Teknologi Pertanian 2026 untuk Tingkatkan Kualitas Pangan
Jumat / 24-07-2026, 19:19 WIB
Turis Asing ke Israel Anjlok Drastis Pascapandemi, Indonesia Lambat Pulih
Jumat / 24-07-2026, 19:19 WIB
Turis Asing ke Israel Anjlok Drastis Pascapandemi, Indonesia Lambat Pulih
Jumat / 24-07-2026, 19:19 WIB
Kunjungi PBB, Menpora Bahas Dua Tantangan Generasi Muda
Jumat / 24-07-2026, 19:15 WIB
Kunjungi PBB, Menpora Bahas Dua Tantangan Generasi Muda
Jumat / 24-07-2026, 19:15 WIB
Korban Penipuan Kursus Bahasa Arab Lapor ke Bareskrim, Kerugian Rp750 Juta
Jumat / 24-07-2026, 19:15 WIB
Korban Penipuan Kursus Bahasa Arab Lapor ke Bareskrim, Kerugian Rp750 Juta
Jumat / 24-07-2026, 19:15 WIB







