Benturan atau pantulan bola saat berolahraga sulit dihindari, terutama dalam permainan seperti pickleball, tenis, badminton, squash, hingga futsal.

Meski terlihat sepele, benturan yang mengenai mata dapat menyebabkan cedera mulai dari memar, perdarahan, hingga gangguan penglihatan yang membutuhkan penanganan medis.

>>> 160 Siswa Baru SMA Unggulan CTARSA Foundation Sukoharjo Mulai Pendidikan

Karena itu, penting mengetahui pertolongan pertama yang tepat agar cedera tidak semakin parah.

Mengapa Mata yang Terkena Bola Berbahaya?

Melansir American Academy of Ophthalmology (AAO), bola berukuran kecil seperti bola tenis, squash, baseball, atau bola raket lainnya menjadi salah satu penyebab paling umum trauma mata saat berolahraga.

Meski benturannya terlihat ringan, bola yang melaju cepat dapat merusak berbagai struktur mata sekaligus.

Cedera yang mungkin terjadi antara lain memar dan pembengkakan di sekitar mata, lecet pada kornea, perdarahan di bagian depan mata (hyphema), dislokasi lensa, robekan retina, hingga kehilangan penglihatan permanen.

Studi bertajuk A Practical Guide for Sports Eye menjelaskan bahwa olahraga dengan bola kecil berkecepatan tinggi memiliki risiko tinggi menyebabkan blunt ocular trauma atau trauma tumpul pada mata.

Benturan dapat merusak kornea, iris, lensa, retina, bahkan saraf optik sekaligus.

Yang membuat cedera mata berbahaya, gejalanya terkadang tidak langsung muncul.

Seseorang bisa merasa baik-baik saja setelah benturan, tetapi kerusakan di dalam mata baru berkembang beberapa jam atau bahkan beberapa hari kemudian.

Pertolongan Pertama saat Mata Terkena Bola

Jika mata terkena hantaman bola saat berolahraga, AAO menyarankan beberapa langkah pertolongan pertama berikut.

Pertama, hentikan aktivitas. Segera berhenti bermain dan istirahatkan mata.

>>> Anak Muda Korea Ramai-Ramai Cari Jodoh di Kuil, Nyerah dengan Aplikasi