Sebuah kuil Buddha berusia lebih dari 1.300 tahun di Korea Selatan menjadi lokasi retret perjodohan yang mempertemukan para lajang muda.

Program ini digelar di tengah kekhawatiran terhadap rendahnya angka kelahiran di negara tersebut.

>>> Acer, Intel, dan Infinity Learn Luncurkan Laptop 'NEET Ready' Pertama di India

Retret selama dua hari satu malam di Kuil Naksansa, Kabupaten Yangyang, berhasil memasangkan lima pasangan. Kuil ini didirikan pada 671 Masehi pada era Kerajaan Silla.

Salah satu kegiatan utamanya adalah latihan membangun kepercayaan. Peserta berjalan dengan mata tertutup sambil bergandengan tangan dan saling memandu melalui deskripsi pemandangan.

Seorang biksu mengikuti mereka dari belakang hingga mencapai gerbang kuil yang menurut legenda merupakan tempat mimpi menjadi kenyataan.

Program ini diikuti 10 pria dan 10 wanita lajang berusia 20 hingga 30 tahun.

Retret diselenggarakan oleh Yayasan Buddhis Korea untuk Kesejahteraan Sosial yang meluncurkan inisiatif tersebut pada 2023.

Minat terhadap program terus meningkat.

Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 4.225 orang mendaftar untuk memperebutkan hanya 20 tempat yang tersedia, mencatat jumlah pelamar tertinggi sejak program dimulai.

Salah seorang peserta, Choi Ye-ri (30), mengaku terdorong mengikuti retret karena melihat banyak orang di sekitarnya telah menikah dan membangun keluarga.

"Mereka bilang angka kelahiran menurun dan semakin banyak orang memilih tidak menikah. Namun, semua orang di sekitar saya menikah dan memiliki pasangan.

Melihat itu membuat saya juga ingin melakukan hal yang sama," katanya.

>>> boAt Gandeng Platform Legacy untuk Dukung Kreator Muda

Ia menambahkan bahwa suasana kuil membuatnya yakin peserta yang datang memiliki karakter yang baik.

Berbeda dengan kencan buta pada umumnya, para peserta menjalani berbagai aktivitas bersama untuk saling mengenal.