Mereka mengenakan pakaian tradisional kuil, dipasangkan secara acak melalui undian nomor atau pencocokan barang pribadi.

Mereka juga berbincang sambil minum teh dan berjalan kaki, mengikuti yoga berpasangan di pantai, hingga menjalani sesi kencan singkat satu lawan satu.

Ketua Yayasan Buddhis Korea untuk Kesejahteraan Sosial, Yang Mulia Doryun, mengatakan retret tersebut bukan sekadar ajang mencari pasangan.

Menurutnya, kegiatan itu juga bertujuan mendorong peserta merenungkan persoalan rendahnya angka kelahiran serta memikirkan masa depan Korea Selatan.

Menurut Kementerian Data dan Statistik Korea Selatan, angka kesuburan total negara itu naik menjadi 0,80 pada 2025 dari 0,75 pada 2024.

Ini menandai peningkatan selama dua tahun berturut-turut.

Meski demikian, pemerintah memperkirakan jumlah penduduk Korea Selatan akan menyusut dari sekitar 51,8 juta jiwa menjadi 36,2 juta jiwa pada 2072.

>>> 4 Rekomendasi Sabun Cuci Muka untuk Kulit Sensitif di Indonesia

Panitia mengumumkan pada Minggu (12/7/2026) bahwa retret tersebut berhasil mempertemukan lima pasangan.