Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Science mengungkapkan bahwa gelombang seismik dari gempa Tohoku-Oki berkekuatan 9,0 skala Richter pada 2011 telah menggeser Jepang sejauh enam milimeter ke arah timur.

Gelombang tersebut menempuh perjalanan sejauh 2.900 kilometer ke batas inti Bumi sebelum memantul kembali ke permukaan.

>>> Departemen Pendidikan AS Luncurkan Rencana Pembayaran Pinjaman Baru dengan Aturan Ketat

Menurut penelitian, pergerakan nasional terjadi sekitar 13 menit setelah gempa utama dan terdeteksi hampir bersamaan oleh jaringan GPS yang sangat sensitif di Jepang.

Para ilmuwan menghabiskan 15 tahun menganalisis sinyal geologis yang tidak biasa karena tidak sesuai dengan gempa utama, gempa susulan, atau peristiwa lingkungan lainnya.

Gelombang Geser yang Kuat

Studi tersebut mengidentifikasi fenomena yang kembali sebagai gelombang geser ScS, yang bergerak melalui mantel batuan tetapi terhalang oleh inti luar cair yang terdiri dari besi dan nikel cair.

>>> Restrukturisasi Gagalkan Pembaruan Pedoman Berhenti Merokok untuk Anak di AS

Karena gelombang geser tidak dapat menembus cairan, energi tersebut memantul dari batas inti dalam kondisi ekstrem dengan suhu melebihi 3.500 derajat Celcius dan tekanan 130 gigapascal.

Kekuatan ekstrem gempa Tohoku-Oki menghasilkan gelombang yang sangat kuat sehingga mampu melakukan perjalanan pulang-pergi sejauh 5.800 kilometer.

>>> Trump Tunjuk Donor Ballroom Konstantin Sokolov Pimpin Dana Baru Departemen Luar Negeri

Saat mencapai permukaan, gelombang tersebut mengubah patahan yang sudah mendekati titik puncaknya akibat gempa utama.