Inti Bumi menyimpan suhu yang sangat tinggi, mencapai 6.000 derajat Celsius, mendekati suhu permukaan Matahari.

Meski manusia belum pernah mengebor hingga ke lapisan terdalam, para ilmuwan telah memperkirakan suhu tersebut melalui berbagai metode riset.

>>> Amanode Masuk Regulatory Sandbox OJK untuk Uji Likuiditas Kripto

Lapisan inti dalam Bumi berada pada kedalaman sekitar 5.100 kilometer di bawah permukaan. Material utamanya adalah besi dan nikel padat.

Metode Penelitian Suhu Inti Bumi

Para peneliti menggunakan simulasi komputer, percobaan laboratorium, dan pengamatan gelombang seismik untuk memperkirakan suhu inti dalam.

Gelombang gempa yang melewati struktur Bumi memberikan petunjuk tentang sifat material di dalamnya.

Berdasarkan analisis gelombang tersebut, ilmuwan membagi pusat Bumi menjadi dua bagian: inti luar yang cair dan aktif, serta inti dalam yang padat.

Tekanan masif di pusat Bumi membuat atom logam tetap rapat dan tidak mencair meski suhu sangat tinggi.

>>> BMKG Prakirakan Cuaca Bandung Besok: Hujan Ringan dan UV Ekstrem

Peran Suhu Ekstrem dalam Menghasilkan Medan Magnet

Panas dari inti Bumi memicu aliran logam cair di inti luar, menghasilkan efek dinamo yang menciptakan medan magnet.

Medan magnet ini melindungi atmosfer dari radiasi berbahaya badai matahari.

Tanpa perlindungan ini, kehidupan di permukaan Bumi tidak akan mungkin ada.

Studi dari French Alternative Energies and Atomic Energy Commission (CEA) menunjukkan bahwa besi meleleh pada suhu sekitar 6.000 derajat Celsius di bawah tekanan inti Bumi.

>>> Xiaomi Siapkan Redmi K90 Ultra dengan Pengisian Daya Cepat 100W

Riset dari Universitas Nasional Australia pada Januari 2025 juga mengungkap bahwa inti dalam Bumi mungkin terbagi menjadi dua lapisan berbeda, bukan satu lapisan tunggal seperti yang diperkirakan sebelumnya.