Georgia Furniture Mart, peritel furnitur independen yang telah beroperasi selama 40 tahun, resmi menutup kedua showroom-nya di metro Atlanta secara permanen.

Penutupan ini diumumkan melalui siaran pers perusahaan dan dilaporkan oleh Fox 5 Atlanta serta AOL.

>>> Brian Austin Green Buka Suara soal Pelajaran dari Hubungan dengan Megan Fox

Penjualan likuidasi akhir akan dimulai pada Kamis, 16 Juli 2026, di lokasi Norcross dan Kennesaw.

Keputusan ini diambil karena perubahan pasar ritel dan penjualan properti real estat milik perusahaan.

Diskon Besar-besaran dan Sejarah Perusahaan

Selama penjualan likuidasi, pelanggan akan mendapatkan potongan harga besar untuk seluruh set ruang tamu, ruang makan, dan kamar tidur.

Diskon juga berlaku untuk merek kasur utama seperti Sealy, Tempur-Pedic, dan Stearns & Foster.

Perusahaan ini didirikan oleh Michael Hall pada tahun 1986 dengan nama Underpriced Furniture, kemudian berganti nama menjadi Georgia Furniture Mart pada tahun 2020.

Co-owner Michael Hall dan Tim Padden bersama-sama memutuskan untuk menutup bisnis ini.

>>> Gelombang Gempa Jepang 2011 Geser Negara ke Timur Sejauh 6 Milimeter

Georgia Furniture Mart sempat memperluas operasinya dengan membuka pusat distribusi di Tucker pada tahun 2020 dan showroom kedua di Kennesaw pada tahun 2024.

Showroom utama seluas 92.000 kaki persegi dan outlet seluas 20.000 kaki persegi berada di Norcross.

Selama 40 tahun, peritel lokal ini telah mendukung berbagai program pemuda, St. Jude, dan organisasi veteran.

"Kami sangat berterima kasih kepada semua orang yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini dan mempercayakan rumah mereka kepada kami," ujar Michael Hall, pendiri dan co-owner Georgia Furniture Mart.

"Meskipun bab ini akan berakhir, kenangan dan hubungan yang kami bangun akan selalu ada."

>>> Departemen Pendidikan AS Luncurkan Rencana Pembayaran Pinjaman Baru dengan Aturan Ketat

Hingga saat ini, pejabat perusahaan belum mengonfirmasi tanggal pasti penutupan showroom atau jumlah karyawan yang terkena dampak.