Sakit kepala akibat terlalu lama menatap layar sering diatasi dengan mengurangi screen time. Namun, seorang penulis teknologi menemukan bahwa cara itu tidak selalu efektif.

Setelah mengurangi penggunaan ponsel, laptop, dan TV di akhir pekan, sakit kepala tetap muncul. Ternyata, faktor lain seperti jarak pandang dan postur leher juga berpengaruh.

>>> Halliday G2 Smartglasses Tinggalkan Kamera, Andalkan Tampilan Dalam Lensa

Aturan 1-2-10 untuk Jarak Layar

Aturan 20-20-20 (istirahat 20 detik setiap 20 menit) tidak cukup. Ada aturan 1-2-10 yang mengatur jarak ideal antara mata dengan ponsel, monitor, dan TV.

Jarak ideal adalah 1 kaki untuk ponsel, 2 kaki untuk monitor, dan 10 kaki untuk TV. Pelanggaran terhadap aturan ini bisa memicu sakit kepala.

Penulis menyadari bahwa monitor laptop dan Chromebook terlalu rendah, menyebabkan leher menunduk. Postur leher yang buruk ini menjadi sumber sakit kepala.

Setelah memperbaiki posisi meja dan kursi, frekuensi sakit kepala berkurang drastis dalam dua minggu.

Optimasi Pengaturan Layar Ponsel

Selain jarak, kualitas tampilan juga penting. Penulis mematikan adaptive brightness dan beralih ke pengaturan manual untuk konsistensi.

>>> Baterai Pixel Boros? Ternyata Ini Bukan Salah Aplikasi

Fitur blue light filter atau Eye comfort shield juga diaktifkan. Tampilan jingga memang terasa aneh, tetapi lebih baik untuk mata dan membantu tidur.

Reading mode di ponsel Samsung atau aplikasi Reading mode dari Google Play membantu memperbesar teks dan mengatur spasi, terutama bagi pengguna rabun jauh.

Digital Wellbeing digunakan untuk membatasi waktu di aplikasi seperti Reddit dan Character. AI.

Pintasan Gemini juga dinonaktifkan untuk mengurangi gangguan.

>>> Light Flip: Ponsel Lipat Sederhana untuk Kurangi Ketergantungan Smartphone

Kombinasi pengaturan jarak, postur, dan tampilan ini terbukti lebih efektif daripada sekadar mengurangi screen time.