Kelopak mata terlihat turun, di mana salah satu atau kedua kelopak mata atas berada lebih rendah dari posisi normal, terkadang hingga menutupi pupil.

Wajah tampak lelah atau mengantuk akibat kelopak mata yang turun, sehingga penderita sering terlihat kurang tidur atau lesu.

Gangguan bidang pandang terjadi jika kelopak mata menutupi pupil, membuat penderita kesulitan membaca atau melihat ke atas.

Kebiasaan menengadahkan kepala secara tidak sadar untuk melihat dengan jelas, sering disebut chin-up posture.

Sering mengangkat alis dengan mengerutkan dahi sebagai upaya kompensasi membuka mata lebih lebar, yang bisa memicu sakit kepala atau ketegangan otot wajah.

Mata kering atau berair akibat perubahan posisi kelopak mata yang mengganggu distribusi air mata.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika ptosis terjadi secara tiba-tiba dalam hitungan jam atau hari, atau disertai gejala lain seperti penglihatan ganda (diplopia), kelemahan otot di bagian tubuh lain, atau pupil mata membesar sebelah, segera cari pertolongan medis darurat.

Hal ini bisa menjadi tanda gangguan saraf atau stroke.

>>> 7 Ciri Sunscreen Tidak Cocok di Kulit Wajah, Segera Hentikan Pemakaian

Untuk kasus ptosis yang berkembang perlahan karena faktor penuaan, pemeriksaan ke dokter spesialis mata sangat disarankan untuk menentukan apakah tindakan korektif seperti operasi diperlukan demi mengembalikan fungsi penglihatan yang optimal.