Perusahaan perdagangan digital di kawasan Asia Pasifik (APAC) menghadapi lonjakan ancaman siber yang signifikan.

Hal ini terjadi seiring semakin masifnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam layanan belanja, pemesanan, dan layanan pelanggan.

>>> Viral Event Lari di Canggu Bali Diduga Diskriminasi WNI, Satpol PP Badung Tegaskan: Belum Ada Izin dan Kami Tidak Pernah Dihubungi!

Laporan keamanan terbaru Akamai, State of the Internet (SOTI): Securing the Agentic Storefront: Attacks on Commerce, mengungkapkan data mengejutkan.

Aktivitas bot yang menargetkan perusahaan perdagangan digital di APAC meningkat 63% sepanjang 2025.

Kenaikan tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan kawasan lain di dunia. Hal ini menunjukkan bahwa APAC menjadi sasaran utama serangan bot di sektor perdagangan digital.

>>> Allianz Catat Klaim Cedera Olahraga Rp176,4 Miliar di Semester I 2026

Ancaman Bot yang Semakin Canggih

Bot yang digunakan dalam serangan ini semakin canggih dan sulit dideteksi. Mereka dapat meniru perilaku manusia, sehingga mengelabui sistem keamanan tradisional.

Serangan bot dapat menyebabkan kerugian finansial, pencurian data, dan gangguan operasional. Perusahaan perdagangan digital perlu meningkatkan pertahanan siber mereka.

>>> Apakah PUBG Bisa Cross Platform? Ini Penjelasan Lengkapnya

Laporan Akamai menekankan pentingnya keamanan berbasis AI untuk melawan ancaman ini. Solusi keamanan yang adaptif diperlukan untuk melindungi platform e-commerce.