Pemerintah terus mempercepat transformasi pendidikan nasional melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Program ini merupakan agenda strategis untuk mencetak sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Revitalisasi tidak hanya menyasar perbaikan gedung sekolah, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.

>>> Viral WNI Diduga Kabur Saat Tur di Korsel, Kemlu RI Angkat Bicara

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa revitalisasi adalah investasi jangka panjang bagi kualitas SDM Indonesia.

"Pendidikan itu investasi.

Dana pendidikan bukan spending yang habis begitu saja, tetapi investasi untuk membangun generasi Indonesia yang unggul," ujar Abdul Mu'ti dalam Dialog Forum Merdeka Barat (FMB) 9, Selasa (7/7).

Menurutnya, lingkungan fisik yang bersih, aman, dan nyaman dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal ini pada akhirnya menentukan kualitas pembelajaran dan kualitas SDM bangsa.

"Hasil pembangunan pendidikan tidak bisa dilihat dalam satu atau dua tahun. Dampaknya baru akan terasa dalam 10 hingga 20 tahun ke depan.

Apa yang kita tanam hari ini akan dipanen pada 2045," ujarnya.

Empat Fondasi Transformasi Pendidikan

Pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat empat fondasi transformasi pendidikan.

Keempat fondasi itu meliputi peningkatan kualitas guru (pedagogical infrastructure), penyempurnaan regulasi (legal infrastructure), pembangunan budaya sekolah yang positif (cultural infrastructure), serta penyediaan sarana pembelajaran modern dan memadai.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah menetapkan prioritas agar program revitalisasi memberikan manfaat maksimal. Sekolah di wilayah terdampak bencana, kawasan 3T, serta sekolah dengan tingkat kerusakan berat menjadi sasaran utama pembangunan.

"Kalau sekolah-sekolah itu tidak segera ditangani, dampaknya terhadap mutu pendidikan akan berlangsung sangat panjang.