Viral WNI Diduga Kabur Saat Tur di Korsel, Kemlu RI Angkat Bicara

Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) akhirnya buka suara setelah viral kasus warga negara Indonesia (WNI) berinisial FY yang diduga kabur dari rombongan saat mengikuti tur wisata di Korea Selatan.
Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyatakan pihaknya mencermati pemberitaan mengenai oknum WNI FY yang diduga menyalahgunakan fasilitas kemudahan masuk ke Korsel.
>>> Google Search AI Mode Kini Dukung Aplikasi Pihak Ketiga
FY diduga meninggalkan rombongan wisata dan melanggar ketentuan keimigrasian setempat.
"Tindakan segelintir oknum yang menyalahgunakan fasilitas tersebut sangat disayangkan dan tidak mencerminkan mayoritas WNI yang melakukan perjalanan secara sah dan bertanggung jawab," kata Heni dalam pernyataan tertulis, Jumat (17/7).
Ia menambahkan bahwa kepatuhan setiap WNI menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan otoritas negara mitra serta mendukung upaya pemerintah memperluas kemudahan mobilitas bagi masyarakat Indonesia.
Pemerintah Indonesia bersama KBRI Seoul terus mengupayakan peningkatan kemudahan mobilitas antara Indonesia dan Korea Selatan, termasuk melalui penyederhanaan akses perjalanan.
Kemlu dan KBRI Seoul akan terus berkoordinasi dengan otoritas Korsel dan mengimbau seluruh WNI agar menaati ketentuan yang berlaku.
"Sehingga hubungan baik dan kerja sama kedua negara, termasuk di bidang mobilitas masyarakat dan pariwisata, dapat terus berkembang secara positif," ujar Heni.
Kasus ini mencuat setelah akun @sarjanabackpacker mengunggahnya di Threads dan kemudian dijadikan story di Instagram.
>>> Lava Virat V1 5G dan Virat V1 Resmi Meluncur 24 Juli, Ini Spesifikasinya
"Peserta tour kami kabur. Femas asal Madiun," demikian tulisan akun tersebut yang telah di-screen capture.
Selama tur, FY tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan.
Semua berjalan lancar hingga suatu malam ia menyatakan ingin jalan-jalan ke Myeongdong dan sejak itu menghilang tanpa jejak.
"Beliau berkata ingin melihat-lihat sepatu di Myeongdong. Lalu menghilang.
Tidak pernah kembali ke hotel. Tidak pernah menjawab telepon," kata akun tersebut.
Pihak travel telah berkoordinasi dengan otoritas di Korsel, namun FY belum ditemukan. Mereka juga mendatangi keluarganya di Madiun, Jawa Timur, namun tidak membuahkan hasil.
Pemilik akun @sarjanabackpacker mengatakan insiden ini membuat nama travel rusak dan mereka didenda hingga Rp125 juta.
>>> Peneliti Kembangkan Metode Ubah Sampah Plastik Jadi Hidrogen Tanpa Pemilahan
"Kami bukan marah karena kehilangan satu peserta. Kami marah karena keputusan satu orang bisa membuat ratusan peserta berikutnya menjadi korban," tulisnya.
Update Terbaru
Sinopsis dan Jadwal Tayang Drakor Spooky in Love serta Link Streaming Netflix Sub Indo
Jumat / 17-07-2026, 13:43 WIB
7 Aplikasi Nonton Drama Pendek yang Bisa Menambah Saldo Dana Gratis di 2026
Jumat / 17-07-2026, 13:42 WIB
Ramalan Zodiak Cinta 17 Juli: Pisces Introspeksi Diri, Gemini Perbaiki Komunikasi
Jumat / 17-07-2026, 13:42 WIB
Anting Kuno Zendaya di Tur The Odyssey Diduga Hasil Penjarahan dari Iran
Jumat / 17-07-2026, 13:42 WIB
Supermodel Paulina Porizkova Nikah Lagi di Usia 61, Jodoh dari Aplikasi Kencan
Jumat / 17-07-2026, 13:42 WIB
HBA Batu Bara Kalori Tinggi Tembus US$131,85 per Ton pada Pertengahan Juli
Jumat / 17-07-2026, 13:32 WIB
Distribusi BBM di Sumut Membaik, Pertamina Pastikan Pasokan Aman
Jumat / 17-07-2026, 13:28 WIB
Ditagih Barang Bukti oleh dr. Tifa, Pihak Jokowi: Ini Menarik
Jumat / 17-07-2026, 13:28 WIB
Sidang Ijazah Jokowi: dr. Tifa Siap Periksa Saksi Secara Detail
Jumat / 17-07-2026, 13:27 WIB
itel Luncurkan Power Bank Zeno dengan Kapasitas 20.000mAh dan Pengisian Cepat 45W
Jumat / 17-07-2026, 13:23 WIB
Tak Hanya Blokir 3,7 Juta Situs, 32 Ribu Rekening Judol Ikut Dibasmi
Jumat / 17-07-2026, 13:23 WIB
Paten Honda V3R Bocor, Motor V3 Supercharger Siap Produksi?
Jumat / 17-07-2026, 13:22 WIB







