Harga Rokok Masih Terjangkau: Lapisan Tarif Cukai Perlu Disederhanakan, Bukan Ditambah
Harga rokok di Indonesia masih terjangkau oleh masyarakat. Hal ini menjadi salah satu penyebab tingginya angka perokok di Tanah Air.
Pemerintah berencana menambah lapisan tarif cukai rokok baru dengan tarif lebih rendah. Tujuannya agar produsen rokok ilegal mau mendaftar dan membayar pajak.
>>> Joanna Pettet, Bintang Casino Royale, Meninggal di Usia 83
Namun, riset terbaru dari Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) menunjukkan bahwa reformasi yang dibutuhkan justru penyederhanaan lapisan tarif, bukan penambahan.
Keterjangkauan Rokok Stagnan
Penelitian CISDI menggunakan standar internasional relative income price (RIP) untuk mengukur keterjangkauan. RIP adalah persentase pendapatan per kapita yang dibutuhkan untuk membeli 100 bungkus rokok.
Hasilnya, sepanjang 2010-2024 tingkat keterjangkauan rokok stagnan di kisaran 3%. Artinya, kenaikan harga rokok tidak mampu melampaui pertumbuhan pendapatan.
Pada 2024, harga rata-rata satu bungkus rokok mencapai Rp28.050.
Untuk membeli 100 bungkus dibutuhkan sekitar Rp2,8 juta, atau hanya 3,6% dari pendapatan tahunan per kapita yang mencapai Rp78,6 juta.
Ini menjelaskan mengapa Indonesia masih memiliki sekitar 70 juta perokok. Prevalensi perokok usia 18 tahun ke atas mencapai 31,9% berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023.
Struktur Cukai Perlu Disederhanakan
Salah satu penyebab rokok tetap terjangkau adalah struktur tarif cukai yang terdiri dari delapan lapisan. Kategorinya dibagi berdasarkan jenis rokok, metode produksi, dan skala pabrikan.
Struktur ini menciptakan rentang harga lebar, sehingga konsumen bisa beralih ke produk lebih murah (downtrading) saat harga rokok naik.
>>> Armand Assante, Pemeran Odysseus di 'The Odyssey', Kini di Usia 76 Tahun
Industri pun diuntungkan karena bisa memasarkan rokok murah, terutama rokok linting tangan dengan tarif cukai lebih rendah.
Update Terbaru
Wapres Gibran Dukung Penyelenggaraan Global Scholarship Summit 2026
Jumat / 24-07-2026, 16:46 WIB
Ascendance of a Bookworm Cour 2 Rilis Video Musik Penuh "Wanna me"
Jumat / 24-07-2026, 16:46 WIB
Re:Zero Rilis Visual Baru Menjelang Pameran 10 Tahun di Tokyo
Jumat / 24-07-2026, 16:46 WIB
Mata Terlihat Sayu dan Ngantuk? Awas Bisa Jadi Terkena Ptosis
Jumat / 24-07-2026, 16:37 WIB
Nyeri Dada Tengah Malam? Jangan Tunda Periksa, Ini Risikonya
Jumat / 24-07-2026, 16:37 WIB
Kubu Ruben Bantah Klaim Sarwendah soal Isi Rumah Mewah, Beberkan Bukti Transfer
Jumat / 24-07-2026, 16:37 WIB
2 Pilihan Warna Wardah Foundation Terbaik untuk Kulit Sawo Matang, Wajah Glowing Sempurna
Jumat / 24-07-2026, 16:37 WIB
7 Ciri Sunscreen Tidak Cocok di Kulit Wajah, Segera Hentikan Pemakaian
Jumat / 24-07-2026, 16:37 WIB
Sunscreen yang Cepat Mencerahkan Kulit Kusam: Tips Memilih Produk Tepat
Jumat / 24-07-2026, 16:37 WIB
Inspirasi Nama Bayi Perempuan Bahasa Jawa yang Anggun dan Penuh Makna
Jumat / 24-07-2026, 16:24 WIB
Cara Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT Juli 2026, Lengkap dengan Jadwal Pencairan
Jumat / 24-07-2026, 16:24 WIB
KFA Jatuhi Sanksi Berat, Shin Tae-yong Dilarang Melatih 10 Tahun di Korea Selatan
Jumat / 24-07-2026, 16:24 WIB
Prabowo: PDIP Sebenarnya Hatinya Sama dengan Pemerintah
Jumat / 24-07-2026, 16:22 WIB
Bukan Cedera, Ini Alasan Debut Mariano Peralta Bersama Persib Tertunda
Jumat / 24-07-2026, 16:22 WIB







