>>> Febrie Adriansyah Masih Terima Gaji, Sidang Etik Tunggu Proses Pidana

"Kalau mereka menunjukkan kemampuan, perusahaan langsung bisa merekrut," ujar Afriansyah.

Pemerintah juga menyiapkan jalur magang dan penempatan kerja ke luar negeri. Kebutuhan tenaga kerja global terus meningkat, terutama di Jepang yang mengalami penurunan jumlah penduduk.

Pemerintah mendorong penguasaan bahasa asing seperti Jepang, Korea, dan Mandarin agar lulusan Indonesia memiliki daya saing lebih tinggi.

Program Magang Nasional mendapat apresiasi dari kalangan dunia usaha. Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO Darwoto menilai program tersebut berhasil menjawab kebutuhan industri.

Menurut Darwoto, perusahaan memperoleh kesempatan mengenali kualitas peserta selama magang. Proses rekrutmen menjadi lebih efektif.

"Kami menyambut positif program magang ini. Dari sisi memberikan pengalaman bekerja bagi fresh graduate, ini sangat penting sekali," ujar Darwoto.

Sekitar 30 persen peserta angkatan pertama menunjukkan kompetensi, kemampuan beradaptasi, serta etos kerja yang baik. Perusahaan merekrut karena sudah merasakan kinerja mereka selama enam bulan.

>>> Viral: Michael Olise Main Bola Bareng Warga Biasa di New York

Darwoto menilai PMN menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri. Sistem link and match yang selama ini menjadi tantangan dapat terwujud.