Nilai tukar rupiah melemah 27 poin atau 0,15 persen ke level Rp17.963 per dolar AS pada perdagangan Jumat (24/7) sore.

Pelemahan ini terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang bervariasi terhadap dolar AS.

>>> Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Penuhi Panggilan Kejagung

Yuan China menguat 0,02 persen, dolar Singapura naik 0,02 persen, yen Jepang terapresiasi 0,08 persen, dan won Korea Selatan melesat 0,81 persen.

Sementara itu, peso Filipina melemah 0,14 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,09 persen, dan dolar Hong Kong terkoreksi 0,02 persen.

Di sisi lain, mata uang utama negara maju kompak menguat terhadap dolar AS.

>>> Jet Tempur Siluman Canggih Rusia Su-57 Jatuh di Oblast Moskow

Euro Eropa naik 0,09 persen, poundsterling Inggris menguat 0,12 persen, dolar Australia terapresiasi 0,26 persen, dolar Kanada naik 0,05 persen, dan franc Swiss menguat 0,10 persen.

Tekanan Geopolitik dan Arus Keluar Dana Asing

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah ditutup melemah di tengah meningkatnya eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.

Konflik tersebut memicu lonjakan harga minyak mentah dunia dan mendorong sentimen risk-off di pasar global maupun domestik.

>>> Telkomsel Hormati Putusan MK soal Kuota Internet Tak Hangus

Rupiah juga tertekan oleh arus keluar dana asing yang besar dari pasar ekuitas domestik.