PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memberikan klarifikasi terkait video viral yang memperlihatkan seorang siswa datang ke kantor cabang Lubuk Pakam menggunakan ambulans dan tempat tidur pasien.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyatakan bahwa kehadiran siswa dengan ambulans bukan atas permintaan atau arahan petugas BNI.

>>> Amanda Manopo Rugi Rp3 Miliar Akibat Dugaan Penggelapan oleh Mantan Staf

Peristiwa itu berkaitan dengan proses pendaftaran dan aktivasi rekening Program Indonesia Pintar (PIP). Sejak awal, petugas telah menyampaikan bahwa proses tersebut tidak perlu tergesa-gesa.

Mengingat masa pelaksanaan PIP masih berlangsung hingga akhir 2026, aktivasi dapat ditunda hingga kondisi siswa membaik.

Saat keluarga kembali pada hari yang sama, petugas menawarkan opsi agar siswa tetap berada di ambulans jika kondisinya belum memungkinkan masuk ke kantor cabang.

BNI menegaskan opsi ini diberikan demi kenyamanan siswa, bukan sebagai arahan. Petugas tetap mendampingi keluarga hingga seluruh proses aktivasi selesai.

>>> Program Magang Nasional: Strategi Pemerintah Tekan Angka Pengangguran

Okki menambahkan bahwa BNI memiliki mekanisme pelayanan bagi nasabah dengan kondisi kesehatan khusus. Pelayanan dapat dikoordinasikan dengan janji temu sebelumnya.

Langkah koordinasi lebih awal membantu mempersiapkan bentuk pelayanan yang paling sesuai, tetap memperhatikan ketentuan dan aspek keamanan.

BNI berkomitmen memberikan pelayanan humanis dan sesuai ketentuan kepada seluruh nasabah, termasuk penerima manfaat program pemerintah.

Sebagai bagian dari peningkatan kualitas, BNI akan terus mengevaluasi standar pelayanan, khususnya bagi nasabah dengan kebutuhan khusus.

>>> BRI x REI Expo Semarang 2026 Tawarkan Promo KPR Bunga Mulai 1,75 Persen

BNI juga mengajak masyarakat untuk memverifikasi setiap informasi sebelum menyebarluaskannya guna mencegah kesalahpahaman.