Keluarga Mamadou Djouma Bah, remaja 17 tahun asal Guinea, berduka setelah ia meninggal dunia usai dipenjara karena ketahuan mencontek saat ujian sekolah.

Ayahnya, Mamadou Saliou Bah, menuding pihak berwenang lalai memberikan perawatan medis yang layak. Djouma diketahui menderita penyakit sel sabit (sickle cell disease).

>>> 3 Kulkas Sharp 2 Pintu Termurah yang Hemat Listrik dan Anti Bau

Djouma ditangkap pada 15 Juli lalu karena menggunakan ponsel saat ujian akhir nasional. Ia dijatuhi hukuman 6 bulan penjara, dengan 5 bulan ditangguhkan.

Ia ditahan di penjara kota Kindia, sekitar 137 km dari ibu kota Conakry. Kondisi kesehatannya memburuk drastis di dalam sel.

Kata-Kata Terakhir Sebelum Meninggal

Setelah kondisinya kritis, Djouma dipindahkan ke rumah sakit regional. Sang ayah menceritakan momen mengharukan saat menjenguk putranya.

"Lalu dia menatapku dan berkata: 'Ayah, aku sekarat.' Itulah kata-kata terakhirnya," ungkap Saliou Bah.

Djouma dirawat selama dua hari sebelum dipulangkan. Tak lama setelah tiba di rumah, ia mengembuskan napas terakhir.

Jaksa setempat mengonfirmasi kematiannya "di bawah perawatan dokter."

>>> Microsoft Uji Coba Streaming Game Xbox dengan Iklan untuk Game Milik Pemain

Penyakit Sel Sabit dan Risiko di Penjara

Penyakit sel sabit adalah kelainan genetik yang umum pada keturunan Afrika. Sel darah merah berbentuk tidak normal sehingga mudah menyumbat pembuluh darah.

Lingkungan penjara yang dingin, penuh sesak, serta minim akses air dan obat-obatan dapat memicu krisis sel sabit yang berakibat fatal.

Protes dan Tuntutan Keadilan

Kematian Djouma memicu demonstrasi ratusan siswa di Guinea pada Rabu (22/7). Mereka menuntut pembebasan teman-teman yang masih ditahan.

Organisasi HAM setempat mendesak investigasi independen atas kelalaian otoritas penjara dan peninjauan ulang penahanan siswa lain.

Menteri Pendidikan Guinea, Alpha Bacar Barry, menyatakan "sangat sedih" dan menyampaikan belasungkawa. Namun publik tetap menuntut pertanggungjawaban hukum.

"Seorang siswa tidak boleh dipenjara. Anak-anak muda ini adalah masa depan negara kita.

>>> Rahasia Berkebun di Tengah Kota dari Tani Kota Sejati-58 Kebagusan

Saya meminta keadilan ditegakkan," tutup Saliou Bah.