Mantan pemain depan Indiana Fever, Brianna Turner, menuduh organisasi tersebut memerintahkan pemain untuk bungkam setelah seorang staf pria dipecat karena pelecehan seksual selama musim 2025.

Tuduhan itu disampaikan Turner melalui unggahan di media sosial pada 23 Juli 2026. Ia kini bermain untuk Las Vegas Aces.

>>> Gavin Williams Catat 11 Strikeout dan Immaculate Inning, Guardians Kalahkan Twins 1-0

Dalam unggahan tersebut, Turner membela atlet transgender dan mengkritik pernyataan rekan setimnya di Fever, Sophie Cunningham, yang sebelumnya berbicara tentang perlindungan atlet perempuan.

Turner menulis bahwa isu transgender sering menjadi topik hangat, padahal hanya ada satu pemain transgender di WNBA selama delapan musim kariernya.

Menurutnya, pemain itu tidak menimbulkan masalah.

Ia justru menyoroti insiden di timnya sendiri.

"Tahun lalu di tim WNBA saya, seorang staf pria dipecat karena pelecehan seksual, tapi kami didorong untuk diam," tulis Turner.

Turner menambahkan bahwa seksisme, misogini, homofobia, dan rasisme adalah masalah nyata yang perlu dihadapi.

Menanggapi tuduhan tersebut, Indiana Fever mengeluarkan pernyataan resmi yang menekankan komitmen terhadap keselamatan pemain dan lingkungan kerja yang profesional.

"Melindungi pemain dan karyawan kami serta menjaga tempat kerja yang saling menghormati adalah prioritas utama kami," bunyi pernyataan Fever.

>>> Cordoba Jamu Sevilla FC di Trofeo Puertas de Cordoba Keempat

Fever menjelaskan bahwa kebijakan mereka adalah menanggapi kekhawatiran dengan serius, menyelidiki secara menyeluruh, dan bertindak cepat jika diperlukan.

Namun, organisasi tersebut menolak berkomentar lebih lanjut mengenai masalah kepegawaian mantan karyawan. "Kami tidak berkomentar tentang masalah personel yang melibatkan mantan karyawan," kata Fever.

Pernyataan itu muncul setelah Sophie Cunningham, guard Indiana Fever, memberikan wawancara kepada ESPN tentang pandangannya mengenai batasan gender dalam olahraga wanita.