Nancy Armour, kolumnis USA Today, mendapat kecaman keras setelah menulis artikel yang mengecam bintang WNBA Caitlin Clark.

Artikel berjudul "Caitlin Clark's flopping isn't just annoying -- it's becoming dangerous" itu menyebut aksi dramatis Clark membahayakan pemain kulit hitam dan queer di liga.

>>> Investigasi Kematian Nolan Wells: Pemilik Kapal Izinkan Polisi Geledah, Seorang Wanita Bantah Bersamanya

Reaksi publik langsung meledak. Rekan media dan penggemar olahraga menilai tulisan tersebut berlebihan dan tidak adil.

Armour pun angkat bicara pada Kamis (23/7) untuk mengklarifikasi.

Dalam pernyataannya, Armour mengakui bahwa ia membuat perbandingan yang tidak tepat dengan pembunuhan Emmett Till.

"Saya bermaksud menghubungkan isu yang dihadapi WNBA dengan All-Star Game yang digelar di Chicago, kampung halaman Till. Saya jelas tidak memberikan konteks yang cukup," tulisnya.

>>> Ayah dan Anak Bos Pabrik Whip Pink Jadi Tersangka, Ini Alasannya

Meski demikian, Armour tetap pada pendiriannya.

Ia menegaskan bahwa ada sejarah di Amerika di mana persepsi ancaman terhadap perempuan kulit putih dipersenjatai untuk melawan warga Afrika-Amerika.

"Bahaya itu nyata bagi pemain kulit hitam di liga. Pemain telah dilecehkan secara online dan menerima ancaman pembunuhan.

Ini harus ditanggapi lebih serius," ujarnya.

>>> BRI Peduli Perkuat Karakter dan Wawasan Siswa di Hari Anak Nasional

Belum diketahui apakah klarifikasi ini akan meredakan kemarahan publik. Namun, banyak yang meragukan hal tersebut.