Penerbit di seluruh dunia mulai mempertanyakan hubungan mereka dengan Google.

Pasalnya, fitur AI yang terus dikembangkan raksasa mesin pencari itu dinilai mengurangi jumlah pengunjung yang mengklik tautan ke situs mereka.

>>> Trump Ancam Serang Iran Lebih Masif dari Operasi Epic Fury

Menurut laporan Wall Street Journal, sejumlah media terkemuka seperti USA Today, Politico, Economist, People, dan Reuters tengah meninjau ulang kerja sama dengan Google.

Beberapa bahkan mempertimbangkan untuk memutus hubungan sepenuhnya.

“Ini masalah eksistensial bagi beberapa kategori penerbit,” ujar David Buttle, CEO perusahaan konsultan media DJB Strategies. “Mereka mulai memikirkan langkah-langkah yang lebih radikal.”

Reddit juga ikut mengevaluasi kontrak senilai 60 juta dolar AS per tahun yang memungkinkan Google melatih model AI-nya dengan konten pengguna.

Mereka melihat fitur AI Google justru menghalangi pengguna untuk mengunjungi Reddit.

Bulan lalu, CEO Cloudflare Matthew Prince mencatat bahwa lalu lintas bot otomatis untuk pertama kalinya melampaui lalu lintas manusia.

Ini menjadi titik balik yang mengkhawatirkan bagi ekonomi perhatian.

USA Today mengalami penurunan lalu lintas dari pengguna AS hampir setengahnya dalam setahun terakhir. CEO Mike Reed menyatakan, “Sudah waktunya mengambil sikap dan mengatakan cukup sudah.”

>>> Jaksa Ungkap Modus Penyamaran Honor Dude Harlino Sebagai Pinjaman

Google membantah tuduhan tersebut.

Juru bicara perusahaan mengklaim bahwa mereka masih mengirimkan “miliaran klik ke web setiap minggu” dan membantu kreator serta penerbit mengembangkan audiens dengan bantuan AI.

Namun, pernyataan itu tampaknya tidak meyakinkan para penerbit.

Selain mempertimbangkan pemutusan hubungan, beberapa penerbit telah menggugat Google atas dugaan penggunaan kekayaan intelektual mereka secara ilegal melalui ringkasan AI.

Posisi penerbit kini sulit. Memutuskan hubungan dengan Google berisiko menurunkan lalu lintas lebih tajam.

Namun, membiarkan AI Google merangkak konten mereka juga dianggap tidak menguntungkan dalam jangka panjang.

Ironisnya, Google seperti menggigit tangan yang memberinya makan. Perusahaan AI sangat membutuhkan data pelatihan baru yang bebas dari konten buatan AI.

>>> Mossad Gagalkan Operasi Rahasia Iran, Agen Lalai Jadi Penyebab

Dengan mengurangi kunjungan ke situs sumber informasi, Google justru memutus pasokan data segar yang sangat dibutuhkannya.