Pelatih timnas Spanyol Luis de la Fuente mengecam keras keributan yang terjadi usai laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina.

Menurut De La Fuente, insiden tersebut sama sekali tidak bisa diterima dalam sepak bola.

>>> Prabowo Klaim Hentikan Kebocoran Anggaran, Hemat Rp300 Triliun

De La Fuente mengaku tidak melihat langsung keributan itu karena ia sedang merayakan kemenangan di sisi lain lapangan.

"Saya sedang merayakan kemenangan. Itu benar-benar berlangsung sangat cepat.

Saya tidak melihatnya karena saya sedang berpelukan dan merayakan kemenangan di area lain," ujar De La Fuente kepada TVE, dikutip dari La Nacion.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak dapat ditoleransi.

>>> Dokter IGD RSUD Sampang Ditangkap saat Pakai Sabu Bareng Jukir

"Dalam hal apapun, itu jelas tidak bisa ditoleransi, tidak bisa diterima, dan tentu saja tidak diperbolehkan," kata De La Fuente.

Kronologi Keributan

Keributan bermula ketika Rodri yang tengah berlari merayakan kemenangan dipukul oleh Nahuel Molina.

Rodri kemudian menghampiri Molina dan situasi semakin memanas. Leandro Paredes mencekik Eric Garcia, dan Gavi juga ikut terlibat.

Ofisial Argentina sempat ikut campur dalam perkelahian tersebut. Situasi baru bisa diredam setelah beberapa saat.

>>> IHSG Dibuka Melemah ke 6.255, 369 Saham Tertekan

Spanyol berhasil menjadi juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina dengan skor 1-0. Gol tunggal kemenangan dicetak oleh Ferran Torres pada menit ke-106.