Kelompok milisi Houthi Yaman mengklaim telah melancarkan serangan terhadap dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan serangan tersebut diluncurkan karena kedua kapal melanggar blokade yang dijalankan Houthi.

>>> Lamine Yamal Ungkap Pesan Haru dari Messi Usai Final Piala Dunia 2026

"Kami menargetkan dua kapal tanker minyak Saudi bernama Encelia dan Layla karena pelanggaran mereka terhadap keputusan blokade yang dikeluarkan angkatan bersenjata," kata Saree pada Rabu (22/7), seperti dikutip Al Jazeera.

Saree menyampaikan serangan tersebut melibatkan sejumlah rudal balistik, rudal jelajah, serta drone, hingga mengakibatkan kebakaran pada kapal-kapal tersebut.

Saudi Press Agency (SPA) telah mengonfirmasi serangan ini dengan menyebut kapal Encelia menjadi korban gempuran. Meski begitu, seluruh awak kapal selamat.

"Serangan-serangan ini merupakan pelanggaran terhadap hukum dan konvensi internasional yang menjamin keselamatan kapal komersial dan awaknya," demikian lapor SPA, mengutip sumber resmi dari Otoritas Transportasi Umum Arab Saudi.

SPA tidak melaporkan tentang serangan pada kapal Layla.

Badan Keamanan Maritim Inggris (UKMTO) sekitar waktu yang sama juga melaporkan bahwa sebuah kapal tanker telah terkena hantaman proyektil dan terbakar.

"Kapten sebuah kapal tanker melaporkan telah terkena proyektil tak dikenal yang mengakibatkan kebakaran di atas kapal yang saat ini sedang dipadamkan oleh awak kapal," demikian pernyataan UKMTO.

Houthi dan Saudi kembali panas usai pemerintah Yaman yang didukung Saudi mengebom bandara Sanaa yang dikuasai Houthi pada 13 Juli lalu.

>>> Squid Game: The Experience Hadir di Jakarta Akhir 2026

Pemerintah Yaman mengeklaim serangan tersebut untuk mencegah pesawat Iran mendarat di Yaman karena melanggar kedaulatan negara itu.