Penerbangan ke Sanaa sendiri umumnya hanya berasal dari Amman, Yordania, dan Kairo, Mesir.

Houthi marah atas serangan itu dan menuduh Saudi dalang di baliknya.

Pasalnya, pesawat Iran dimaksud membawa para pejabat Houthi yang menghadiri pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Pada 20 Juli, Houthi pun memberlakukan blokade maritim terhadap Saudi yang didasarkan pada prinsip 'mata ganti mata'.

Houthi menyebut Saudi telah memberlakukan "pengepungan yang tidak adil dan menindas" selama hampir 12 tahun dan "menjarah sumber daya kami serta memberlakukan blokade menyeluruh pada pelabuhan dan bandara kami di darat, laut, dan udara."

Riyadh telah membantah melakukan pengepungan terhadap rakyat Sanaa.

Sejak Iran berupaya menegaskan kendalinya atas Selat Hormuz, Laut Merah menjadi jalur utama ekspor minyak Saudi. Sekitar 4,5 juta barel minyak dikirim melalui Pipa Timur-Baratnya per hari.

>>> Di Mana Beli Sepatu Lari Under Armour Original? Ini 5 Toko Resmi dan Model Terbaik

Menurut Hussain jurnalis yang berbasis di Sanaa, Al Bukhaiti, tujuan utama blokade laut Houthi terhadap Saudi, yakni "untuk memaksa Riyadh mencabut embargo terhadap pelabuhan dan bandara yang dikendalikan" kelompok tersebut.