Kabar duka menyelimuti sepak bola Indonesia.

M Basri, legenda Timnas Indonesia yang juga sukses sebagai pelatih, meninggal dunia pada Kamis (23/7/2026) pukul 04.52 WIB di Rumah Sakit Darmo, Surabaya, dalam usia 83 tahun.

>>> Pelatih Persib Beri Peringatan Tegas untuk Mariano Peralta: Jangan Beraksi Sendirian

Kepergian Basri dikonfirmasi melalui grup WhatsApp PSSI Pers.

Ucapan belasungkawa pun mengalir, salah satunya dari pelatih Kendal Tornado FC, Stefan Keeltjes, yang menyebut Basri sebagai mentor.

Karier Pemain dan Pelatih

Basri memulai karier sepak bolanya di klub MOS pada 1961, lalu bermain untuk Pardedetex dan HBS Surabaya.

Ia membela Timnas Indonesia di Asian Games 1962 saat Indonesia menjadi tuan rumah, serta tampil di dua Asian Games berikutnya dan Ganefo.

Sebagai pelatih, Persebaya Surabaya menjadi tim pertama yang ditanganinya. Pada musim 1977, ia sukses membawa Persebaya juara Kompetisi Perserikatan.

>>> Komisi X DPR Akui Tak Tahu soal Universitas RI Bentukan Prabowo

Basri kemudian pindah ke NIAC Mitra dan meraih tiga gelar juara Galatama berturut-turut pada 1981, 1982, dan 1986.

Di era Liga Indonesia, Basri menangani PSM Makassar, Arema Indonesia, Persita Tangerang, dan Persela Lamongan.

Ia nyaris membawa PSM juara Liga Indonesia 1995/1996, namun kalah 0-2 dari Mastrans Bandung Raya di final.

Basri dikenal sebagai pelatih keras dan disiplin. Ia mengundurkan diri dari Persita pada 2004 setelah tim mengalami kekalahan beruntun.

>>> Jordi Amat Bersemangat Bawa Timnas Indonesia Kalahkan Kamboja di Piala AFF 2026

Hingga akhir hayatnya, Basri dianggap sebagai pelatih lokal paling senior yang masih aktif di sepak bola nasional.