Kreator OnlyFans asal Jerman, Susann Alicia, ingin beralih dari layar ponsel ke layar kaca. Ia mengincar peran dalam serial live action One Piece.

Susann mengaku tumbuh besar menonton serial anime tersebut dan sangat ingin memerankan Yamato di adaptasi Netflix. Ia bahkan telah melakukan cosplay seksi sebagai Yamato.

>>> Legenda Timnas Indonesia M Basri Meninggal Dunia di Usia 83 Tahun

"Saya suka Yamato karena dia sangat kuat.

Dia salah satu dari sedikit karakter wanita yang benar-benar bisa sejajar dengan pria terkuat di serial ini, dan kekuatan itu tidak ditentukan oleh kecantikannya," kata Susann kepada TMZ.

Ia juga ingin mengayunkan Kanabo raksasa milik Yamato. "Maksudku...

siapa yang tidak ingin memiliki pemukul besar di kehidupan nyata? Itu juga kenapa saya membuatnya!

Tingginya melebihi saya!" ujarnya.

Hubungan dengan Gender Fluidity

Bagi yang belum familiar, Yamato terlahir sebagai perempuan tetapi mengidolakan seorang samurai pria sehingga ia mengadopsi sikapnya dan akhirnya mengidentifikasi diri sebagai pria.

>>> Pelatih Persib Beri Peringatan Tegas untuk Mariano Peralta: Jangan Beraksi Sendirian

Susann merasa terhubung dengan fluiditas gender karakter tersebut. "Sebagai anak-anak, saya tidak pernah cocok dengan kotak 'cewek girly'.

Saya suka sepak bola, video game, ingin memakai celana pendek kargo dan tanktop, dan melihat diri saya sebagai anak laki-laki.

Bahkan ayah saya bercanda memanggil saya anak keduanya," katanya.

Meskipun sangat feminin, Susann percaya karakter Yamato lebih tentang menjadi autentik. "Dia tidak pernah merasa dibatasi oleh apa yang orang harapkan darinya.

Ini bukan tentang menolak feminitas, tapi tentang menjadi diri sendiri tanpa peduli apakah itu sesuai ekspektasi orang lain," tambahnya.

Yamato baru muncul di paruh kedua anime, sehingga casting karakter ini mungkin belum dilakukan untuk beberapa musim. Namun, Susann tetap ingin mencoba.

>>> Komisi X DPR Akui Tak Tahu soal Universitas RI Bentukan Prabowo

"Jika ada satu hal yang diajarkan One Piece, itu adalah mimpi layak dikejar, tidak peduli betapa mustahilnya kelihatannya," pungkasnya.