Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto menyatakan bahwa Universitas Republik Indonesia (URI) akan memprioritaskan sektor STEM.

STEM merupakan akronim dari Science, Technology, Engineering, and Mathematics.

>>> Alasan Iran Masih Bertahan Meski Digempur Habis-habisan oleh AS

"Ya salah satunya fokusnya ke situ," kata Aris di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (23/7).

Meski demikian, Aris menegaskan bahwa URI tidak hanya terbatas pada STEM, tetapi juga akan mengembangkan program studi lain.

Ia mencontohkan program studi kedokteran untuk mengatasi kekurangan dokter di Indonesia.

"Kita juga perlu kedokteran itu harus ditingkatkan karena kan sangat kurang sekali ya. Itu 1 banding 1.000, itu idealnya PBB ya, WHO.

Tapi kan kita kalau enggak salah hanya 0,47 ya itu di perkotaan, mungkin 0,27 di pedesaan," ujarnya.

Aris menyebut pembentukan URI merupakan langkah Presiden Prabowo Subianto dalam mempersiapkan generasi emas pada 2045.

Menurutnya, jika Indonesia ingin maju, maka harus menguasai sektor teknologi.

>>> Pengacara Jokowi Hormati Putusan Sela yang Kabulkan Eksepsi dr Tifa

"Oleh karena itu, Pak Presiden ya fokus mengedepankan universitas yang berbasis pada STEM," ujarnya.

Prabowo baru saja membentuk URI dan menunjuk Donny Ermawan sebagai Gubernur serta Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan URI disiapkan untuk mencetak calon pemimpin bangsa dengan mengadopsi model lembaga pendidikan kepemimpinan dari sejumlah negara.

"Itu sudah kita persiapkan lama. Cuma, waktunya kan enggak pas lama.

Nanti ada waktunya aku jelasin, detailnya.

Jadi, belajar kayak beberapa negara itu punya lembaga-lembaga pendidikan yang emang khusus itu mempersiapkan calon-calon pemimpin," kata Pras di Kompleks Istana Kepresidenan.

Pras menambahkan bahwa para pejabat pemerintahan, BUMN, hingga kepala daerah umumnya pernah mengikuti pendidikan di lembaga serupa.

>>> BI Bantah Larang Masyarakat Beli Dolar AS Lebih dari US$10 Ribu

Melalui model ini, pemerintah berharap calon pemimpin Indonesia memiliki kemampuan teknis dan wawasan kebangsaan yang kuat.