Kenapa Perempuan Lebih Rentan Autoimun? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Penyakit autoimun dapat menyerang siapa saja, tetapi perempuan terbukti lebih rentan. Di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, prevalensi autoimun diperkirakan 3-5 persen, dan sekitar 80 persen penderitanya adalah perempuan.
Lantas, apa yang menyebabkan perempuan lebih rentan? Berikut penjelasan ilmiah berdasarkan penelitian dan pendapat para pakar.
>>> Oiwa Go Resmi Jadi Pelatih Baru Timnas Jepang
Risiko Empat Kali Lebih Tinggi
Studi Vanessa L. Kronzer et al.
dalam jurnal Evolutionary Applications (2020) menyebutkan bahwa perempuan memiliki risiko penyakit autoimun hingga empat kali lebih tinggi dibanding laki-laki.
Para peneliti menduga banyak faktor berperan, mulai dari hormon seks, kromosom X, microchimerism, faktor lingkungan, hingga mikrobioma. Namun, penyebab pastinya belum sepenuhnya diketahui.
Salah satu dugaan kuat adalah perbedaan jumlah dan kualitas antibodi dalam darah. Perempuan umumnya memiliki kadar antibodi lebih tinggi, dan antibodi erat kaitannya dengan sebagian besar penyakit autoimun.
Penelitian tersebut menemukan empat temuan yang mendukung teori ini. Pertama, kadar antibodi tinggi berhubungan dengan peningkatan autoimun pada perempuan dan laki-laki dengan sindrom Klinefelter.
Kedua, setelah melahirkan, kadar antibodi dan kasus autoimun sama-sama meningkat. Ketiga, makin banyak kehamilan, makin tinggi risiko autoimun.
Keempat, ada mekanisme biologis seperti aktivasi sel B oleh sel T dan peran VGLL3.
Stres Jadi Faktor Dominan
Pakar Reumatologi, Internis, dan Herbal FK-KMK UGM, Nyoman Kertia, mengatakan penyakit autoimun dipengaruhi faktor genetik. Namun, faktor lingkungan, polusi udara, pola makan buruk, dan stres juga berperan.
Stres disebut sebagai faktor dominan.
"Saya memiliki banyak pasien mahasiswa yang mengalami autoimun. Awalnya sehat, tetapi setelah tekanan akademik dan beban hidup, penyakitnya muncul," ujar Nyoman, dikutip dari laman UGM.
Update Terbaru
Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 2026 Cair Mulai 20 Juli, Ini Jadwal dan Cara Cek
Jumat / 24-07-2026, 10:14 WIB
Dokter Tifa Siap Hadapi Sidang Ijazah Lanjutan: Kami Punya 709 Dokumen Bukti
Jumat / 24-07-2026, 10:14 WIB
Posisi Duduk Gibran Dinilai Sarat Bahasa Sandi Politik
Jumat / 24-07-2026, 10:14 WIB
Harga Emas Antam Terjun Rp35.000, Jadi Rp2.605.000 per Gram
Jumat / 24-07-2026, 10:10 WIB
Jokowi Sadar Ditolak Prabowo? Ini Awal Mula 'Keris' Gibran Bersiap Dicabut
Jumat / 24-07-2026, 10:10 WIB
7 Bedak untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Bikin Wajah Lebih Halus dan Awet Muda
Jumat / 24-07-2026, 10:10 WIB
Mengenal Eyemaxxing, Teknik Makeup agar Mata Terlihat Lebih Indah
Jumat / 24-07-2026, 10:09 WIB
Ramalan Zodiak 24 Juli: Gemini Hati-hati Melangkah, Taurus Cobalah Mengalah
Jumat / 24-07-2026, 10:09 WIB
Mengenal Teknologi Valet Parking Jaecoo, Bisa Cari Parkir Sendiri!
Jumat / 24-07-2026, 10:09 WIB
Meta Uji Coba StoryKit, Aplikasi AI untuk Membuat Dongeng Anak
Jumat / 24-07-2026, 10:09 WIB
Johnny Depp Sindir Trump Saat Tampil di Comic-Con
Jumat / 24-07-2026, 10:02 WIB
Juri Terpilih untuk Sidang Lindsay Clancy di Plymouth
Jumat / 24-07-2026, 10:02 WIB
Satelit NISAR Tangkap Gambar Menakjubkan Nunatak Antartika Mirip Burung Kolibri
Jumat / 24-07-2026, 10:02 WIB
Michael J. Fox Bicara Dampak Parkinson pada Keluarga di Social Impact Summit
Jumat / 24-07-2026, 10:01 WIB







