>>> Harga Minyak Tembus US$100 per Barel, Indonesia Waspadai Dampaknya

Ia menyebutkan tiga pemicu utama yang memperburuk kondisi autoimun. Pertama, kelelahan.

Pasien harus menjaga energi tubuh agar tidak mudah kambuh. Kedua, stres.

"Mulai sekarang jangan terlalu memikirkan penyakitmu. Serahkan pengobatan kepada saya," ucap Nyoman.

Ketiga, paparan sinar matahari berlebihan. Paparan berlebih sebaiknya dicegah dengan payung, pakaian pelindung, atau tabir surya.

Gaya Hidup Sehat Sangat Membantu

Jika sudah didiagnosis autoimun, pengobatan medis saja tidak cukup. Pengelolaan gaya hidup dan dukungan psikososial juga penting.

Prof. Ronny Rachman Noor dari IPB menyarankan pasien rutin berkonsultasi dengan dokter reumatologi dan imunologi.

Pengobatan dapat meliputi NSAID, kortikosteroid, imunomodulator, atau terapi khusus seperti insulin pada diabetes tipe 1.

"Penderita autoimun disarankan menerapkan gaya hidup sehat, seperti pola makan antiinflamasi, menghindari rokok, mengelola stres, tidur cukup, serta mencatat pemicu gejala.

Langkah kecil ini membantu merasa lebih baik tiap hari," tutur Ronny, dikutip dari laman IPB.

Jadi, kerentanan perempuan terhadap autoimun berkaitan dengan kombinasi faktor biologis, hormonal, dan genetik. Meski penyebab utamanya belum pasti, risikonya memang lebih tinggi pada perempuan.

>>> 5 Fakta Jelang Duel Jonatan vs Victor Lai di China Open

Pencegahan, deteksi dini, dan gaya hidup sehat menjadi kunci untuk mengendalikan autoimun sejak awal.