Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa dunia harus segera mengambil langkah nyata untuk mengendalikan kanker.

Tanpa upaya yang lebih cepat dan merata, jumlah kasus baru kanker diproyeksikan melonjak hingga hampir dua kali lipat pada 2050.

>>> Produk Audio Philips Kini Tersedia di JioMart dan Zepto

Kanker payudara menjadi salah satu tantangan terbesar dalam dunia kesehatan di Indonesia.

Penyakit ini tidak hanya menjadi jenis kanker yang paling banyak menyerang perempuan, tetapi juga sering ditemukan pada stadium lanjut akibat rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini.

Berdasarkan data WHO, diperkirakan ada sekitar 2,4 juta kasus baru kanker payudara dan 604 ribu kasus baru kanker serviks secara global sepanjang tahun 2024.

Kanker payudara bahkan mendominasi diagnosis di 164 dari 186 negara.

Di Indonesia, beban penyakit ini sangat nyata.

Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) menunjukkan angka yang memprihatinkan bagi kesehatan perempuan tanah air, dengan perkiraan total kasus baru sekitar 408.661.

Pergeseran Tren dan Pengaruh Gaya Hidup

"Berkurangnya aktivitas fisik, meningkatnya obesitas, serta pola makan tinggi gula menjadi faktor yang ikut meningkatkan risiko kanker payudara dan kanker rahim," kata Dr. See Hui Ti, Senior Consultant Medical Oncologist Parkway Cancer Centre (PCC), Singapura.

Peningkatan kasus kanker saat ini bukan hanya karena alat deteksi seperti mammografi yang semakin canggih. Melainkan memang ada peningkatan riil dalam jumlah kejadian kanker di tengah masyarakat.

>>> Aplikasi X untuk Android Dibangun Ulang dengan Performa Lebih Baik

Oleh karena itu, menerapkan pola hidup sehat, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, serta menghindari rokok dan alkohol tetap menjadi benteng pertahanan pertama yang sangat penting.