Para ahli rehabilitasi onkologi merekomendasikan aktivitas fisik terstruktur bagi pasien kanker payudara metastatik. Tujuannya untuk mengurangi efek samping pengobatan, kelelahan, serta meningkatkan kesehatan fisik dan mental.

Panduan medis menyarankan kombinasi latihan aerobik, kekuatan, fleksibilitas, dan gerakan sadar. Hal ini dapat mengatasi kehilangan otot, peradangan, dan kenaikan berat badan akibat pengobatan.

>>> Korban Tewas Tentara AS di Perang dengan Iran Capai 17 Orang

Spesialis menekankan bahwa aktivitas fisik harus disesuaikan dengan diagnosis, status pemulihan, dan gejala individu.

"Salah satu kesalahpahaman umum adalah bahwa pasien kanker payudara metastatik harus menghindari olahraga," kata Kayla Wei, OTD, terapis okupasi rehabilitasi onkologi dan manajer rehabilitasi di City of Hope Orange County, California.

Wei menambahkan bahwa gerakan yang tepat mendukung fungsi sehari-hari selama terapi aktif.

"Istirahat memang penting, tetapi aktivitas fisik yang sesuai dapat membantu pasien merasa dan berfungsi lebih baik selama perjalanan kanker, termasuk selama perawatan aktif," ujarnya.

Manfaat Latihan Kardio dan Kekuatan

Aktivitas kardiovaskular rutin membantu menurunkan kecemasan, meningkatkan sirkulasi, dan fungsi metabolisme. Ahli menyarankan pasien memulai secara bertahap.

"Targetnya adalah mulai dengan berjalan 10-15 menit tiga atau empat hari seminggu dan meningkat secara bertahap," kata Jessica Scott, PhD, direktur program olahraga onkologi di Memorial Sloan Kettering Cancer Center, New York.

Pasien pascaoperasi mungkin memerlukan pembatasan fisik singkat, terutama aktivitas air, hingga luka sembuh total.

"Namun, pasien tidak perlu takut kembali berolahraga setelah dinyatakan aman secara medis," ujar Nasim Chowdhury, MD, direktur medis rehabilitasi kanker di Weill Cornell Medicine.

Untuk mengatasi kehilangan otot dan menjaga kepadatan tulang selama terapi hormon, klinisi merekomendasikan latihan resistensi dua hingga tiga kali seminggu.