Korban Tewas Tentara AS di Perang dengan Iran Capai 17 Orang
Setidaknya 17 personel militer Amerika Serikat tewas dan sekitar 430 lainnya terluka dalam konflik yang sedang berlangsung dengan Iran, demikian dilaporkan pejabat militer pada 20 Juli 2026.
Jumlah korban tewas meningkat setelah serangan rudal Iran ke pangkalan udara di Yordania menewaskan Letnan Satu Tyler James Feehan (25) dan Prajurit Isabella Gonzales (19).
>>> Media Global Kecam Argentina Usai Kalah di Final Piala Dunia 2026
Seorang personel lainnya masih dinyatakan hilang, dan militer AS saat ini sedang memeriksa sisa-sisa jenazah yang belum teridentifikasi yang ditemukan di lokasi.
Kematian terbaru ini menyusul serangan pada Maret lalu ketika enam tentara AS tewas setelah drone Iran menghantam sebuah fasilitas di Port Shuaiba, Kuwait.
Pertempuran meningkat sekitar 7 Juli setelah gencatan senjata singkat, menyebabkan 100 personel terluka baru, meskipun Pentagon menyatakan 96 persen di antaranya telah kembali bertugas.
Trump Akan Hadiri Prosesi Pemulangan Jenazah
Menyusul jatuhnya korban, Presiden Donald Trump mengumumkan rencana untuk menghadiri prosesi pemulangan jenazah (dignified transfer) bagi personel yang gugur di Pangkalan Angkatan Udara Dover, Delaware.
"Setiap kali Iran membunuh seorang tentara Amerika, mereka akan membayar pembunuhan itu berkali-kali lipat," tulis Trump di Truth Social.
Presiden juga mengindikasikan bahwa ia telah memberikan perintah langsung kepada pimpinan senior pertahanan terkait konflik ini.
>>> Jadwal Bioskop Trans TV 22 – 26 Juli 2026
"Perintah ini telah disampaikan kepada Menteri Perang Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Daniel Caine," tulis Trump.
Sebelum serangan di Yordania, militer AS mulai mengerahkan pesawat tempur dan kapal tanker pengisian bahan bakar tambahan ke Timur Tengah.
Serangan AS baru-baru ini menargetkan kemampuan militer Iran untuk membuka Selat Hormuz, dengan ancaman dari pemerintahan untuk memperluas target ke pembangkit listrik, jembatan, dan fasilitas terkait nuklir.
Mantan Kepala Pusat Penanggulangan Terorisme Nasional Joe Kent memperingatkan agar tidak melakukan keterlibatan militer lebih lanjut setelah ia mengundurkan diri karena perang tersebut.
"Tarik pasukan kami sekarang sebelum kami menderita serangan korban massal. Hentikan jebakan eskalasi," tulis Kent di X.
>>> Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 22 – 26 Juli 2026
Sidang kongres yang menampilkan kesaksian dari Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Jenderal Daniel Caine mengenai perang dan biaya finansialnya dijadwalkan pada Selasa.
Update Terbaru
Materi PAI Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2 Lengkap
Selasa / 21-07-2026, 16:39 WIB
Pemerintah Percepat Pembangunan 5.000 Jembatan Desa Hingga Akhir 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
Istana Harap Menteri PU Perbaiki Cara Komunikasi
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
Quartararo Resmi Pindah ke Honda di MotoGP 2027
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
IHSG Ditutup Menguat 1,74 Persen ke Level 6.340
Selasa / 21-07-2026, 16:36 WIB
4 HP RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Performa Lancar untuk Multitasking
Selasa / 21-07-2026, 16:36 WIB
FIFA Selidiki Pemain Argentina Usai Kericuhan Final Piala Dunia 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
LSF: Baru 46 Persen Anak Indonesia Tonton Film Sesuai Usia
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
KRAFTON India Rilis Roadmap Esports BGMI Paruh Kedua 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
Panduan Usia dan Cara Memilih Sabun Cuci Muka Acnes yang Tepat
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
Stop Facial Bulanan, Dokter Rekomendasikan 4 Serum untuk Kecilkan Pori-pori
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
Panduan Benar: Apakah Setelah Pakai Viva Milk Cleanser Perlu Cuci Muka?
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
Video Baru Mungkin Jadi Rekam Terakhir Nolan Wells Sebelum Hilang
Selasa / 21-07-2026, 16:19 WIB
Alasan Persib Ngotot Rebut Mariano Peralta dari Persija
Selasa / 21-07-2026, 16:19 WIB







