Media global melontarkan kritik tajam terhadap tim nasional Argentina setelah mereka kalah dari Spanyol di final Piala Dunia 2026.

Pertandingan yang berlangsung di MetLife Stadium pada 19 Juli 2026 itu diwarnai dengan taktik agresif yang dinilai berlebihan.

>>> Jadwal Bioskop Trans TV 22 – 26 Juli 2026

Koran Prancis L'Équipe memuji Spanyol sebagai "raja permainan" dan "tim terbaik abad ke-21". Mereka mencatat bahwa Spanyol menguasai pertandingan sepenuhnya, sementara Argentina gagal menciptakan peluang berarti.

Kartu merah untuk Enzo Fernandez di akhir laga menjadi sorotan.

Media Inggris melontarkan kritik keras terhadap perilaku skuad Argentina di menit-menit akhir.

The Sun menyebut momen akhir sebagai "dongeng" setelah Argentina "berusaha mengubah pertandingan sepak bola menjadi perkelahian jalanan".

The Guardian dan Daily Mail menyoroti taktik sinis serta insiden Leandro Paredes yang mendorong lawan.

The Telegraph menerbitkan editorial pedas, menulis "Sepak bola 1, penjahat 0. Olahraga menang.

>>> Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 22 – 26 Juli 2026

Hasil lain akan menjadi kejahatan."

Media Swiss Tages-Anzeiger menilai gaya destruktif Argentina mendapat ganjaran di lapangan, dan Lionel Messi kehilangan kesempatan terakhir meraih gelar dunia.

La Gazzetta dello Sport menyoroti dominasi statistik Spanyol: 20 tembakan berbanding dua, yang disebut sebagai salah satu kemenangan paling layak dalam sejarah final Piala Dunia.

Bild dari Jerman mengaku kecewa dengan kualitas pertandingan, mencatat Argentina tidak punya satu pun tembakan tepat sasaran.

Bild juga mengkritik komersialisasi acara, termasuk pertunjukan paruh waktu ala Super Bowl dan kehadiran Donald Trump bersama Presiden FIFA Gianni Infantino.

>>> Green Bay Packers Perpanjang Kontrak Devonte Wyatt untuk Kokohkan Lini Pertahanan

ESPN menyebut final itu "mungkin final Piala Dunia terburuk yang pernah diingat", meninggalkan Argentina sebagai pusat kecaman internasional.