Amazon Luncurkan Robot Gudang Proteus yang Paham Bahasa Percakapan
Amazon meluncurkan robot gudang terbaru yang dapat menerima perintah dalam bahasa percakapan sehari-hari. Robot otonom bernama Proteus ini dirancang untuk memahami bahasa alami para pekerja.
Versi awal Proteus telah beroperasi di pusat pemenuhan pesanan Amazon sejak 2022.
>>> Intel Luncurkan Prosesor Xeon 6 Plus untuk Infrastruktur AI
Robot ini mampu memindahkan kereta dorong dengan berat hingga 400 kilogram dan kini tersebar di 25 lokasi di Amerika Serikat.
Model terbaru Proteus direncanakan mulai masuk ke Eropa pada paruh pertama 2027. Peluncuran ini bertepatan dengan kebijakan PHK yang masih berjalan di Amazon.
Amazon telah memangkas 14.000 karyawan korporat pada Oktober lalu dan akan melepas 16.000 pekerja lagi.
CEO Andy Jassy mengonfirmasi bahwa AI akan mengurangi jumlah staf dalam beberapa tahun ke depan.
"Kita akan butuh lebih sedikit orang untuk beberapa pekerjaan saat ini dan lebih banyak untuk jenis pekerjaan lain," tulis Jassy dalam memo internal.
Ia memperkirakan pengurangan total tenaga kerja korporat dalam beberapa tahun.
Fenomena serupa terjadi di Microsoft, Salesforce, dan IBM yang memangkas ribuan staf pada 2025.
>>> Lembaga Keuangan Asia Pasifik Hadapi Lonjakan Serangan Siber
AI menjadi faktor penggerak lebih dari 50.000 PHK di AS tahun lalu, disusul Block, Oracle, dan Meta.
Dampak Robotika terhadap Lapangan Kerja
Manajemen Amazon Robotics memberikan pandangan berbeda. Kepala Ahli Teknologi Amazon Robotics, Tye Brady, mengatakan investasi di robotika justru menciptakan ratusan ribu lapangan pekerjaan.
Menurut Brady, kombinasi investasi SDM, peningkatan keterampilan, dan mesin pintar akan membuka lowongan baru. Amazon diklaim mencetak rekor penyerapan tenaga kerja masif di AS selama dekade terakhir.
Wakil Presiden Amazon Inggris dan Irlandia, John Boumphrey, menyatakan investasi robotika membuat perusahaan merekrut lebih banyak staf karena kendala tenaga kerja terampil.
"Pengalaman kami dengan robot justru meningkatkan jumlah lapangan kerja," ujarnya.
Perdebatan mengenai masa depan tenaga kerja di era robotika terus bergulir.
>>> 4 Senjata Baru Asus di Computex 2026 yang Curi Perhatian
Laporan Citi memproyeksikan populasi robot AI mencapai 1,3 miliar unit pada 2035 dan melampaui empat miliar unit pada 2050.
Update Terbaru
Timnas Yordania Uji Kekuatan Kolombia di Lille Jelang Piala Dunia 2026
Senin / 08-06-2026, 06:59 WIB
Vivo V70 Lite 5G Resmi Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh dan Dimensity 7400 Turbo
Senin / 08-06-2026, 06:59 WIB
Rafael Leao Kartu Merah: Peluang Tampil di Piala Dunia 2026 Tetap Terbuka
Senin / 08-06-2026, 06:56 WIB
Kolombia Uji Coba Lawan Yordania di San Diego Jelang Piala Dunia 2026
Senin / 08-06-2026, 06:56 WIB
Florentino Perez Kembali Pimpin Real Madrid Hingga 2030
Senin / 08-06-2026, 06:56 WIB
Siswi Bina Bangsa School Jakarta Juarai Apple Swift Student Challenge 2026
Senin / 08-06-2026, 06:54 WIB
Harga Emas Melemah di Tengah Eskalasi Konflik Iran-Israel
Senin / 08-06-2026, 06:53 WIB
Enrique Riquelme Gagal Geser Florentino Perez dari Kursi Presiden Real Madrid
Senin / 08-06-2026, 06:52 WIB
Jadwal KRL Solo Jogja 8-11 Juni 2026 Resmi Dirilis
Senin / 08-06-2026, 06:52 WIB
Askrindo Gandeng Transera Waterpark Bekasi Sediakan Asuransi Kecelakaan
Senin / 08-06-2026, 06:52 WIB
Serangan Rudal Iran ke Israel Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia
Senin / 08-06-2026, 06:48 WIB
Tabrakan Beruntun di GP Hungaria, Jorge Martin Kena Penalti Dua Putaran Panjang
Senin / 08-06-2026, 06:48 WIB
Italia Taklukkan Yunani Lewat Gol Tunggal Pio Esposito
Senin / 08-06-2026, 06:44 WIB
Timnas U19 Indonesia Kalahkan Vietnam, Puncaki Grup A ASEAN Championship
Senin / 08-06-2026, 06:44 WIB






