Jokowi Diduga Perintahkan Gibran Duduk Sejajar Menko, Ini Kata Istana
Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Mohamad Sobary, menduga Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk duduk sejajar dengan para Menteri Koordinator dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026).
Dalam sidang tersebut, Gibran terlihat duduk sejajar dengan para Menko, bukan di samping Presiden Prabowo Subianto.
>>> Garuda Indonesia Resmi Jadi Holding Pelita Air, Konsolidasi Maskapai BUMN Dimulai
Sobary menduga, sebelum sidang berlangsung, Jokowi memberi pesan khusus kepada putranya agar tidak duduk bersebelahan dengan Prabowo.
"Jadi dugaan saya itu barangkali ada pesan dari bapaknya, 'Kamu mesti begini, mesti begini.' Nah, begini-begini itu antara lain 'Nanti kalau sidang kamu jangan jejer'.
Jangan jejeran," ujarnya dalam Forum Keadilan TV, dikutip Jumat (24/7).
Menurutnya, arahan itu dimaksudkan sebagai simbol politik.
Dengan duduk bersama para Menko, Gibran seolah menempatkan dirinya lebih rendah dari jabatan wakil presiden, sekaligus menunjukkan sikap berseberangan dengan Prabowo.
"Itu artinya apa? Kamu frontal, berseberanganlah di tempat lain.
Kamu duduk bersama Menko-menko itu realitas politiknya, wujudnya ya wujud politiknya itu kamu merendah, kamu menempatkan dirimu lebih rendah dari jabatanmu karena kamu berada bersama Menko," jelas budayawan itu.
>>> Viral Wanita Depok Rela Rogoh Kocek Sendiri demi Jadi Relawan Piala Dunia 2026
"Kamu rendah. Tapi rendah itu bukan rendah itu yang dimaksud kamu harus berani beradapan, berani berseberangan.
Kan seberangan itu. Kalau harusnya kan jejeran ini seberangan.
Dia disuruh berseberangan itu oleh bapaknya. Kira-kira macam gitu," tandasnya.
Klarifikasi Istana
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan klarifikasi resmi terkait posisi duduk Gibran.
Ia menegaskan bahwa perubahan tata letak meja sidang murni karena kebutuhan teknis operasional, bukan karena adanya keretakan politik.
"Kalau saudara-saudara kemarin perhatikan adalah bapak presiden berada di tengah-tengah.
>>> Mengenal Quiet Dating, Tren Pacaran Tanpa Cari Validasi
Dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari bapak wakil presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata, tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan," ujar Prasetyo.
Update Terbaru
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru hingga 12,5 Persen, RI Kena Berapa?
Jumat / 24-07-2026, 10:43 WIB
Partai Gerakan Rakyat Besutan Eks Jubir Anies Resmi Daftar ke Kemenkum
Jumat / 24-07-2026, 10:43 WIB
Hak-hak Korban Kekerasan Seksual yang Dijamin Negara
Jumat / 24-07-2026, 10:43 WIB
Jembatan Terlebar di Dunia Senilai Rp178 Triliun, Bisa Dilewati Gratis
Jumat / 24-07-2026, 10:42 WIB
Cara Cek Status Terbaru SIKS-NG 24 Juli 2026 untuk Atasi Kendala Rekening BPNT dan PKH
Jumat / 24-07-2026, 10:41 WIB
Indonesia vs Filipina: Laga Penentu ke Semifinal SEA V Cup Leg 2
Jumat / 24-07-2026, 10:41 WIB
Trump Ancam Tuntut Iran Tanggung Jawab Serangan Houthi ke Saudi
Jumat / 24-07-2026, 10:41 WIB
Gara-Gara AI, Aktor China Banting Setir Jualan Sayur di Desa
Jumat / 24-07-2026, 10:29 WIB
5 Rutinitas Pagi Efektif untuk Cegah Asam Urat Kumat
Jumat / 24-07-2026, 10:29 WIB
6 Rekomendasi Semprotan Tabir Surya SPF 50 untuk Kulit Berminyak, Ringan dan Tak Lengket
Jumat / 24-07-2026, 10:28 WIB
OPPO K15 Resmi Meluncur dengan Layar 6,59 Inci 1,5K 120Hz, Baterai 8000mAh, dan IP69
Jumat / 24-07-2026, 10:25 WIB
Warna Pintu Utama Rumah yang Baik Menurut Feng Shui, Dipercaya Bawa Energi Positif
Jumat / 24-07-2026, 10:25 WIB
Penyebab Login Sulingjar 2026 Gagal dan Cara Mengatasinya
Jumat / 24-07-2026, 10:25 WIB
Cara Aktivasi Rekening SimPel untuk Pencairan Dana PIP 2026, Lengkap Beserta Syaratnya
Jumat / 24-07-2026, 10:19 WIB







