Presiden RI Prabowo Subianto meyakini PDI Perjuangan (PDIP) memiliki sikap patriotik dan akan bersama pemerintah membela bangsa dan negara.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo di hadapan elite partai politik, termasuk elite PDIP Djarot Syaiful Hidayat, pada acara Harlah ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7).

>>> Menteri PU Ungkap Daftar Jalan Tol yang Siap Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur

"Dan di ujungnya saya juga percaya PDIP pun akan bersama kita membela negara dan bangsa. Itu insting saya, itu kata hati saya," kata Prabowo.

Ia menambahkan bahwa perbedaan sikap politik adalah hal lumrah. "Kadang-kadang kita berpisah enggak ada masalah, nanti juga gabung lagi.

PDIP juga hatinya juga sebetulnya sama dengan kita," ujarnya.

Prabowo juga menilai kritik itu baik. "Kritik itu menyelamatkan, kritik itu mengingatkan sebetulnya," ucap dia.

Posisi PDIP sebagai Partai Penyeimbang

Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menerbitkan surat internal yang menjelaskan posisi partainya sebagai partai penyeimbang terhadap koalisi kabinet Merah Putih Presiden Prabowo.

>>> Jadwal 4 Wakil Indonesia di Perempat Final China Open 2026

Dalam surat itu, Megawati menulis bahwa posisi tersebut telah ia sampaikan dalam Kongres VI PDIP di Kabupaten Badung, Bali, pada 1 Agustus 2025.

Ia menegaskan bahwa dalam sistem presidensial, tidak dikenal istilah oposisi dan koalisi.

"Demokrasi Indonesia bukanlah demokrasi blok-blokan kekuasaan, melainkan demokrasi yang bertumpu pada kedaulatan rakyat dan supremasi konstitusi," tulis Megawati.

Menurut Megawati, keberlangsungan pemerintahan tidak ditentukan oleh dukungan mayoritas di DPR. Presiden tidak bisa dijatuhkan hanya karena kehilangan dukungan politik di parlemen, kecuali melalui mekanisme pemakzulan.

Ia menambahkan, politik harus menjadi instrumen untuk menjaga demokrasi yang sehat, berkeadaban, dan berkeadilan sosial, bukan sekadar alat mencari kekuasaan.

>>> Trump Ancam Luncurkan Serangan Terbesar ke Iran: Kami Sudah Siap

PDIP, kata Megawati, akan tetap mendukung kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat. "PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang tidak menempatkan diri sebagai kekuatan yang menolak pemerintah secara apriori," katanya.