Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran. Ia menyatakan akan meluncurkan serangan terbesar yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pernyataan itu disampaikan Trump kepada Axios pada Kamis (23/7). Ia mengaku sedang mempertimbangkan "serangan besar-besaran" yang akan jauh lebih besar dari sebelumnya.

>>> Gempa M 5,4 Guncang Perairan Pulau Terluar Enggano

"Saya hampir mengambil keputusan. Kami semua sudah siap," kata Trump.

Trump tidak menyebutkan tenggat waktu terkait ancaman tersebut. Ia hanya menambahkan bahwa Israel kapan pun siap jika diminta bergabung dalam operasi.

"Israel akan bergabung dalam dua menit jika saya meminta mereka. Tapi kami tidak butuh siapa pun," ucapnya.

Ancaman ini merupakan yang terbaru dalam eskalasi ketegangan antara AS dan Iran.

>>> Zulhas Pastikan Agrinas Bayar Cicilan Kopdes ke Bank BUMN Tepat Waktu

Sebelumnya, AS telah menggempur Iran selama 12 malam berturut-turut sebagai buntut serangan Teheran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz awal bulan ini.

Serangan AS umumnya menyasar wilayah pesisir Iran. Media Iran melaporkan sejumlah jembatan dan terowongan rusak akibat hantaman AS.

Iran membalas dengan menargetkan situs-situs militer AS di seluruh Timur Tengah. Terbaru, serangan Iran mengenai menara telekomunikasi di Kuwait, setelah menara telekomunikasi Teheran diserang AS.

>>> Eksepsi Dikabulkan, Perkara Dokter Tifa Kasus Ijazah Jokowi Tak Lanjut

Iran menegaskan mereka menjalankan prinsip "mata ganti mata". Setiap serangan terhadap infrastruktur Teheran akan dibalas dengan serangan serupa ke negara-negara Arab.