Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melaporkan bahwa penerapan registrasi kartu SIM dengan pengenalan wajah (biometrik) berdampak signifikan terhadap pertumbuhan nomor baru di Indonesia.

Menteri Komdigi Meutya Hafid mengungkapkan bahwa sebelum aturan ini, penambahan nomor baru mencapai 1 juta per hari. Angka tersebut dinilai tidak wajar dan menimbulkan kecurigaan.

>>> Manga Mavericks Lisensi Manga Our Insignificant Justice, Luncurkan Independent Manga Alliance

"Kalau satu hari ada penjualan 1 juta nomor, kita juga bingung ini siapa yang membeli hingga begitu banyak," ujar Meutya.

Penurunan Drastis Penambahan Nomor Baru

Setelah registrasi biometrik diterapkan, angka penambahan nomor baru stabil di kisaran 250 ribu hingga 280 ribu per hari.

Meutya menyebut angka ini lebih masuk akal dibandingkan sebelumnya.

Data dari operator seluler menunjukkan tren penurunan yang konsisten sejak aturan diberlakukan. Hal ini menjadi indikasi bahwa banyak nomor sebelumnya digunakan untuk praktik ilegal.

Kaitan dengan Penipuan Daring

Pertumbuhan nomor baru yang tidak wajar dikaitkan dengan maraknya penipuan daring.

>>> Mahjong Pros Lisensi Dua Manga Baru: Bird dan Akayoroshi

Berdasarkan data Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), kerugian masyarakat mencapai Rp9,1 triliun dari lebih dari 432 ribu laporan sejak November 2024 hingga awal 2026.

Hingga 16 Juli 2026, Komdigi juga menerima lebih dari 30 ribu aduan terkait penyalahgunaan nomor seluler untuk penipuan, pemerasan, dan kejahatan digital lainnya.

Meutya berharap registrasi biometrik dapat menekan angka penipuan dengan mempersempit ruang gerak pelaku.

"Data dari Satgas Anti Scam Center di tahun 2025 angka penipuan lebih dari Rp9 triliun dan kita berusaha menurunkan ini," jelasnya.

Verifikasi biometrik memastikan setiap nomor seluler terhubung dengan identitas pemilik asli, sehingga penyalahgunaan identitas dalam registrasi SIM semakin sulit dilakukan.

>>> Concacaf Umumkan Pembagian Grup Nations League 2026/27

Hingga saat ini, registrasi biometrik telah menjangkau lebih dari 10,03 juta pelanggan. Targetnya, 20 juta nomor baik pengguna baru maupun lama akan terverifikasi pada akhir tahun 2026.