Peran sumber daya manusia (HR) di perusahaan mengalami perubahan besar.

Jika sebelumnya tim HR lebih banyak berkutat pada pekerjaan administratif seperti penggajian, absensi, hingga pengelolaan dokumen karyawan, kini mereka dituntut mengambil peran yang lebih strategis dalam menentukan arah bisnis.

>>> Cara Cek Desil Bansos 2026 Lewat HP, Ketahui Status Penerima PKH dan BPNT

Manajemen perusahaan tidak lagi hanya membutuhkan laporan rutin.

Mereka mengharapkan HR mampu memberikan analisis dan rekomendasi berbasis data untuk menjawab berbagai tantangan, mulai dari produktivitas karyawan, risiko turnover, hingga strategi pengembangan talenta.

Perubahan ekspektasi tersebut membuat teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai dilirik sebagai solusi untuk membantu HR bekerja lebih efektif.

Menurut berbagai riset, pemanfaatan AI di dunia kerja terus meningkat.

Riset PwC Global Workforce Hopes & Fears Survey 2025 menunjukkan sebanyak 69 persen pekerja di Indonesia mengaku pernah menggunakan AI untuk membantu pekerjaannya dalam satu tahun terakhir.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata global yang mencapai 54 persen.

Namun, penggunaan AI secara rutin masih menghadapi tantangan.

Baru sekitar 16 persen pekerja Indonesia yang menggunakan AI generatif setiap hari, menunjukkan masih besarnya peluang bagi perusahaan untuk mengoptimalkan teknologi tersebut.

Tantangan HR di Tengah Perubahan Dunia Kerja

Tuntutan terhadap fungsi HR semakin besar seiring perubahan karakter tenaga kerja, terutama dengan masuknya generasi milenial dan Gen Z ke dunia profesional.

>>> Link Live Streaming Indonesia vs Kamboja di Leg 2 SEA V Cup 2026

Karyawan kini mengharapkan pengalaman kerja yang lebih cepat, transparan, dan personal.

Sementara itu, banyak perusahaan masih menghadapi keterbatasan jumlah staf HR untuk memenuhi kebutuhan tersebut.